Category Archives: Dedicated to

Pictures of Aliyah Part 1

Aliyah 1

Aliyah 3

Aliyah 4

it's us.. :')

it’s us.. :’)

Dedicated to:

My Everything, Aliyah..

 

 

 

These pictures posted for: Papah Adhi di Kazakhstan.. We love Papah so much..

 

 

Dengan kaitkata , , , ,

Surat Untuk Papah..

 

Assalamualaikum, My Love of my life…

 

Dear, Papah..

Aku kangen papah.. 😥

Hiks..

Kadang aku mikir, aku butuh papah banget disini. Tapi abis itu aku mikir lagi, papah dah seneng di sana. dah dapet kerjaan yang papah impikan. Gak seharusnya aku sedih.. Harusnya aku ikut seneng…

Tapi…

Kadang aku merasa sendiri. Tiap lagi sendiri, aku baru ngerasa bahwa kehadiran suami disisi aku dan Aliyah begitu besar perannya. Cuma suami yang gak punya kesibukan sendiri sampe nyuekin istri anak. Cuma suami yang rela bangun tidur begadang bareng istri ngurus anak dengan kerelaan dan ikhlas.

Huft..

Kalo lagi sedih gini cuma bisa berdoa sama Allah minta kekuatan. Aku gak pernah LDR (Long Distance Relationship) seumur-umur. So, This is my first time.. Kadang aku marah. Kenapa ya Allah? kenapa harus kaya gini. Tapi aku langsung istighfar. Mungkin saat itu aku lagi lemah. Nyerah dengan keadaan yang saat itu lagi berat untuk dihadapi sendirian. Tapi, kadang aku kuat…

Yah.. begitulah..

Tiap mengamati wajah Aliyah, aku suka sedih.. kasian sama Aliyah. Bahkan dya lebih kasian dari aku. Dia masih kecil. Sedangkan aku udah gede. Tapi sama2 dikasi cobaan yang sama.. Jadi aku harus bangkit lagi dan lagi.. begituuu terus tiap aku merasa lemah.. Bangkit lagi setiap liat wajah Aliyah. Walau kadang jadi lemah pun karena ngeliat wajahnya..

Aku seperti bertempur dengan diri sendiri..

“tapi itu kan pilihan lo berdua dari awal dik? lo harus terima segala konsekuensinya”

Ya betul. Siapa yang gak terima? apa pernah aku bilang aku gak terima? malah ini adalah yang diimpi2kan kami. dan apa yang dikasi sekarang adalah jawaban dari doa-doa kami sejak awal pernikahan. Kami senang dengan limpahan kasih sayang Allah ini. Hanya terkadang ini terasa berat kuhadapi sendiri di sini tanpa suami. Apa kalian pernah diposisi aku? apa kalian pernah merasakan hal yang sama? Kadang aku lemah. apakah kalian kuat? lebih kuat dari aku? apa kadang kalian tidak pernah merasa sedih? lemah? .. Aku bukan orang yang depresi. sampe setiap hari aku menangisi nasib. Hanya terkadang… just for a while.. Cuma itu.

Well, AKu tau jawaban dari semua pertanyaanku adalah: SABAR..

Ya.. Aku akan sabar.. belajar sabar yang tidak memiliki batas..

Demi Aliyahku

Love You, Nak..

Love You, Nak..

Papah,,

Aku harap papah jaga kesehatan di sana.. Makan yang banyak dan teratur.. Keep contact me.. Walau kadang papa sibuk dan gak bisa contact aku, papah harus smangat terus ya kerjanya.. biar mamah sama Aliyah cepet nyusul papah ke sana, nemenin papah.. biar papah gak sendiri.. Papah janji ya?

We love papa so much.. ALiyah kalo didengerin suara rekaman papah langsung gerak-gerak semangat.. kaki dan tangannya gerak-gerak excited.. sambil ngoceh-ngoceh kaya ngejawab omongan papah.. Aliyah dah tambah pinter pah.. :’) pengen nyusul papah.. semangat terus ya pah..

Mamah and Aliyah Always love you..

Kiss from us in Indonesia.. keep safe and healthy papah..

Wssalamualaikum…

 

 

Dengan kaitkata , , ,

In My Daughter’s Eyes..

In my daughter’s eyes,
I am a hero,
I am strong and wise,
And I know no fear,
But the truth is plain to see,
She was sent to rescue me,
I see who I want to be,
In my daughter’s eyes

In my daughter’s eyes,
Everyone is equal,
Darkness turns to light,
And the world is at peace,
This miracle god gave to me,
Gives me strength when I am weak,
I find reason to believe,
In my daughter’s eyes

And when she wraps her hand around my finger,
How it puts a smile in my heart,
Everything becomes a little clearer,
I realize what life is all about,
It’s hanging on when your heart is had enough,
It’s giving more when you feel like giving up,
I’ve seen the light,
It’s in my daughter’s eyes

In my daughter’s eyes,
I can see the future,
A reflection of who I am and what will be,
And though she’ll grow and someday leave,
Maybe raise a family,
When i’m gone I hope you see,
How happy she made me,
For i’ll be there,
In my daughter’s eyes

//

Dengan kaitkata

I Love My Husband

All About You

Dedicated to:

My love, My strength, My proud

Adhi Yusetiadi

-papah-

Dengan kaitkata , ,

Welcoming and To Let Go At the Same Time

Assalamualaikum…

 

HAH!
hehehe.. maap ngos-ngosan ni nulisnya. hehe buang napas dulu deh.. Hufftt…

Well, dah lama gak nulis di blog ini. 🙂 Mau denger (ng…. baca) ceritaku? hehe

YAK,,,,,,, Pertama-tama, seperti selayaknya seorang perempuan yang akan melahirkan anak pertamanya, of course I’m so nervous and excited! 🙂 Yup.. Baru semalam aku pulang dari obgyn keluargaku untuk checking my baby. Tepatnya di RS Bersalin Duren Tiga (Recommended Hospital!) bersama dokter paling HITS dan paling banyak pasien yaitu dokter Fachruddin, atau biasa dipanggil dokter Fach. 🙂 Beliau dapat dikatakan sudah “berumur”. Dengan rambut full cat Putih (as known as Uban 🙂 ) dan kerut di wajahnya, I can see that he is a senior Obgyn 😀 dan aku yakin dya pasti dah ngebrojolin berapa puluh ribu anak di Indonesia ini 🙂 So I trust him to control me and my baby during my pregnancy until “The Born Day” come 😀
Hmm… Singkat cerita, dr. Fach bilang skrg umur dede 33 Minggu. Dan setelah di USG, dede sehat 🙂 Alhamdulillah. Dan USG kali ini suamiku pengen liat kelaminnya dede, krn USG terakhir dya gak bs ngeliat pas cek kelamin. Dan emang belum berubah dari hasil USG sebelumnya, dede di perutku berjenis kelamin perempuan. 🙂 SUbhanallah ya, saat lihat kepalanya, tulang punggungnya yang dah berbentuk sempurna, kaki nya, tangannya, dan kelaminnya (of Course! jangan ngeresssss.. :D) Posisinya juga bagus. Kepala sudah di bawah. Tinggal emaknya aja nih kudu rajin jalan pagi supaya posisi tetep bagus dan kepala masuk tulang panggul. hehe Subhanallah…. Walhamdulillah.. Walaailaaha ilallah.. Huallahu Akbar.. USG membuat hubungan batin ibu dan anak bisa lebih dekat, krn sang Ibu merasakan kebahagiaan ketika bisa melihat anaknya tumbuh dengan baik di perutnya. Begitu katanya.. dan bener banget! Aku selalu kangen pengen cepet-cepet USG tiap bulan. KArena hanya dengan melihatnya, aku merasa bahagia.. :”) Dan suamiku pun begitu. Kalo ketinggalan USG karena gak bisa ninggalin kerjaan, pasti sedih. 🙂

So now, sudah 33 minggu. Artinya masuk 8 bulan lebih seminggu. Dan semakin mendekati due date. Kami mulai merancang apa aja yang harus kami persiapkan. Walau beberapa barang sudah tersedia, tapi tetep ajah dasar emak-emak pengennya jalan-jalan beli ini itu buat anak. hehe 🙂 Bissmillah aja.. We will give u the best we had, my baby girl.. :’)

Welcoming our first child makes us feel so blessful. Dan kadang gak sabar. hehe Tapi ada hal yang agak berat buatku saat-saat ini yang ngebuat aku kadang suka sedih. Coz i have to welcoming and to let go my both person I love the most at the same time.. 😦

Aku bahagia luar biasa menyambut kelahiran anakku, namun aku harus tegar nantinya merawat anakku sendirian, karena suami akan ditugaskan di negeri orang….

…………………….

……………….
….. (Speechless for a while)

 

But why? kenapa harus sedih?

okey i will explain here. Kalian tahu? Bahwa ditugaskannya suamiku di luar negeri ini bukanlah hal sepele yang sangat mudah kami gapai. Kami berjuang sejak awal menikah kemarin untuk membuat mimipi terbesar kami dari kecil  menjadi bagian dari masa depan kami, yaitu keliling dunia. hahaha.. terdengar simple banget dan “anak kecil” banget gak sih mimpi  kita berdua?

Tapi itu hanya terdengar simple, namun proses untuk mencapainya belum tentu semua manusia bisa! Sebelum kami bertemu dan menikah, kami sama-sama berjuang dengan cara kami masing-masing dan dengan proses yang berbeda. Suami sudah hampir berapa kali mau dikirim ke luar negeri dari sejak SMP, tapi entah kenapa selalu gagal di tengah jalan. Sampai dia pun akhirnya kesampaian pergi ke Jepang untuk kuliah dan bekerja selama setahun disana. Dan aku? Aku berjuang bener-bener selangkah demi selangkahhhh banget. bahkan tiap langkahnya kecil kali ya kalo bisa diliat 😀 Tapi aku gak pernah mundur selangkahpun! Bahkan aku tidak pernah merubah cita-citaku yang terkesan muluk-muluk itu. Aku berjuang dari segi akademis. Berani mengambil jurusan Hubungan Internasional di salah satu Universitas swasta di Jakarta, aku berjuang hingga lulus Strata 1 setelah 4 tahun. Kenapa jurusan HI? Karena menurutku, kalo mau keliling dunia, at least aku harus jadi duta besar. akhirnya aku kuliah HI deh hahaha 😛 Pemikiran yang dangkal kayanya ya? Tapi dalem banget buatku… :’) Dan aku juga sempet les bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur untuk mendalami bahasa favoritku itu. Agar suatu hari nanti dapat berguna kalau aku tinggal di luar. hehehehhee

Lalu bertemulah kami atas izin Allah di awal tahun 2011. Kami yang ternyata punya mimpi yang sama ini, akhirnya kompak berjuang pasca menikah. Pokoknya gimana caranya supaya suamiku bisa bekerja di Luar Negeri. Mulai dari apply lamaran, doa, shalat dhuha dan semua doa-doa kami fokus pada cita-cita kami ini. Bahkan sering kami menangis dalam doa. Saking dalemnya…  Dan sejak Februari 2012 sampai Oktober 2012 ini,akhirnya  kami mendapatkan apa yang mungkin banyak orang tidak dapatkan. FULL OF BLESSING!

Suamiku dilancarkan sekaliiii selama menjalani proses untuk lolos menjadi Local Staff Kementrian Luar Negeri, Mulussss.. hampir gak ada hambatan. SUbhanallah… Dan aku juga dikasi hamil cepet. Lagi-lagi rezeki. berupa anak di rahimku :’) Dan aku juga menjalani kegiatan bersama Hijab COmmunity Depok selama masa kehamilan. Mulai dari NOL. Aku hanya berusaha ingin keluar dari zona nyamanku yang santai sebagai Ibu Rumah Tangga biasa. Aku pun mencetuskan membentuk komunitas ini dan mengajak 7 orang kawan SMAku yang sekarang sudah berjilbab. Dengan alasan aku ingin punya kegiatan, tapi tetap bisa berdakwah di jalan Allah. Dan komunitasku pun disambut dengan sangat baik oleh masyarakat dan pemerintah Depok. Alhamdulillah…. Semua aku syukuri karena nikmat yang begituu banyak ini aku dapatkan hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun pernikahan kami :’)

Dan omong-omong soal keberangkatan suamiku nanti. Mungkin kalo negara dimana suamiku ditempatkan itu gak jauh-jauh banget kya Singapura, Malaysia, Australia, atau negara-negara yang gak jauh-jauh amat si aku gak sedih-sedih banget. Tinggal beli tiket promo ajah. Trus berangkat deh jalan-jalan disana. Balik ke Indo lagi juga ga masalaah.. Toh suami gak jauh-jauh banget hehe..

Lahhh iniiii…. Kalian tahu gak negara Kazakhstan??

nah suamiku akan ditempatkan disana dalam kurun waktu kurang lebih 2 Tahun. Negara itu termasuk Eropa Timur dan sebagiannya lagi masuk Asia tengah. Posisinya berbatasan langsung dengan Rusia, China, dan Uzbekistan, Deket Laut Kaspia. SUamiku akan ditempatkan menjadi Local Staff di KBRI yang berada di Ibukotanya yaitu Astana. Aku akan cerita lebih banyak tentang Kazakhstan pada  posting-posting berikutnya ya. Yang aku bikin sedih saat ini adalah, perkiraan waktu keberangkatan suamiku kemungkinan akan berdekatan dengan waktu kelahiran anakku. hiks.. 😦

Bayangin sodarah-sodarah, kalo aja suami harus berangkat bahkan sebelum aku melahirkan? Oh my… Aku pasti sedih bangetttt… Kalopun setelah melahirkan, tapi tetep aja sedih. Anakku bakal jauh dari bapaknya 😦

SO what i have to do now?

Gak lain gak bukan cuma bisa pasrah sm Allah, Sang Maha Pemberi Tempat. Sang Maha Bijaksana yang mengatur semua ini. AKu cuma bisa pasrah, karena aku tahu Allah pasti tau yg terbaik buatku, suamiku, dan terutama anakku..

Apa yang menjadi harapanku ke depan adalah, agar suamiku bisa tetap bekerja di Kazkahstan dalam waktu yang lama. Gak cuma 2 tahun aja. dan itu sangat memungkinkan kalo kinerja suamiku sangat baik untuk KBRI. Bisa 10 Tahun lebih malah atau seumur hidupnya. Dan tahun depan, aku dan anakku sudah bisa ikut pindah ke Kazakhstan dan tinggal disana. Amin Ya Rabbal ‘alamiin..

Sedih.. bukan berarti aku gak bersyukur. Aku bahkan makin cinta sama Allah ketika mimpi-mimpi kami mulai diwujudkan jd nyata sm Allah di tahun 2012 ini. Namun aku sadar, dalam mencapai sebuah mimpi besar, akan ada pengorbanan yang besar pula. Aku pun harus merelakan keinginanku yang selalu ingin berada di dekat suamiku. Insya Allah aku ikhlas…

Aku pernah posting tentang bagaimana perjuanganku mencapai mimpi (baca di sini). Aku memang seorang pemimpi. PEMIMPI BESAR. Pengkhayal Tingkat Tinggi. Aku pengen bisa kerja di Kemenlu suatu hari nanti. dan Allah mewujudkannya dengan cara lain. Suamikulah yang diterima kerja di Kementrian Luar Negeri saat ini. Allah mewujudkan mimpiku dengan cara yang berbeda. Aku merasa Allah mentakdirkan aku untuk mengurus anakku, dan tugas suami lah yang bekerja. Dan aku tetap bersyukur, ya Allah.. Terima kasih atas mimpi yang telah engkau wujudkan ini. Melalui suamiku yang luar biasa, dan dengan pemberian anak di rahimku ini. AKu sungguh sujud syukur padamu ya ALLAH. Aku tidak pernah menyangka akan seperti ini. MIMPIKU TERWUJUD.

 

Dear papahnya dede,

Selamat berjuang di negeri orang yah. Nanti qta skype2an ajah. Jangan lupa beliin mamah Ipon yah.. hehehe (teteuup..)

Aku sayang banget sm papah, dan dede juga pasti sayang bgt sama papah. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa kumpul lagi bertiga ya pah, seperti yang sudah kita rencanakan. Jangan menyerah ya pah.. Keep struggling to pursuit your dream. I know you are the best papah for dede, and the best best best husband for mamah.. We love you so muchhhh… :’)

Papah sudah menunjukan bahwa papah adalah sosok suami yang baik dan sholeh. Terima kasih atas segala kasih dan sayang papah. Dalam kesabaran papah menghadapi mamah selama masa kehamilan yang cukup ‘tough’ ini. AKu kuat karena ada papah disisiku selalu. Dan aku pun akan kuat walau papah nanti jauh. Aku akan merawat anak kita dengan baik.. Mamah janji pah……..

Mudah-mudahan tahun depan mamah dan dede dah bisa terbang kesana nemenin papah kerja. Jadi papah gak sendirian. Papah bisa main sm dede.. ya pah..

Papah tau mamah cengeng kan? Maafin mamah yang ga bs berhenti nangis ini sampe keberangkatan papah nanti. Tapi aku yakin ini cuma sementara. Nanti mamah pasti kuat. pasti… Demi anak kita.. Aku akan kuat…
Sampe ketemu lg nanti ya pah.. Ketika papah sudah bisa membawa masa depan mamah dan dedek menjadi lebih baik lg. Ketika papah dah bisa ajak mamah dan dede ksana dan kita keliling Eropa seperti yang kita impikan dari dulu.

Mamah Sayang Papah.. Till the end of my Life…

 

 

(Nangis deh akhirnya..)

 

_The End_

 

we love papah :*

Sharing Tjentil with Mouniche Salon, Spa and Cafe

Couple days ago, i had treatment at MOUNICHE Salon and Spa. This place is high recommended for those who loves spa or treatment, located at Tampak Siring street No. 11, Cipete, South Jakarta.  With Middle-East design interior for Spa and treatment. Really pleasureable place for relaxing our body and soul. 🙂

Mouniche Salon, spa, and cafe, Jl. Tampak Siring No. 11, Cipete

Fortunately, the owner is one of my best friends, Viora Yunica Elyano. We can call her Vaya. 🙂 When she knows that I will get married, she gives me free for pre-Marriage treatment. Full body! yeayyy… 🙂

With Vaya and Gita @ Mouniche superb cozy waiting room 🙂

Thanks a bunch for my dear Vaya for the gifts. that’s awesome and i love it. 🙂

Mouniche also has Cafe too.. and our favorite is Pancake Oreo with Ice Cream! And if you order an ice tea, you’ll get a really really big portion of ice tea.. 🙂 Delicioussoooo….

a "realy big" glass of Ice Tea, Pancake Oreo with Ice cream, anda yummy Fried Rice

Mouniche Cafe

Gita and me

Vaya and Iyank

hihi I love this place. so you must come to Mouniche guys and get the best treatment there.. 😉

Mouniche Spa in colaboration with Wanangsari Catering and Wedding Organizer to handle my wedding. 🙂 Hope my wedd gonna be awesome too.. 🙂 Amiin…

Website: http://mounichesalonspa.com/

Twitter: @mouniche_spa

Dengan kaitkata , ,

I just Love.. Adele

Adele – Someone Like You

I heard, that you’re settled down.
That you found a girl and you’re married now.
I heard that your dreams came true.
Guess she gave you things, I didn’t give to you.

Old friend, why are you so shy?
Ain’t like you to hold back or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited.
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it.
I’d hoped you’d see my face & that you’d be reminded,
That for me, it isn’t over.

Nevermind, I’ll find someone like you.
I wish nothing but the best, for you too.
Don’t forget me, I beg, I remember you said
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeah.

You know how the time flies.
Only yesterday, was the time of our lives.
We were born and raised in a summer haze.
Bound by the surprise of our glory days.

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it.
I’d hoped you’d see my face & that you’d be reminded,
That for me, it isn’t over yet.

Nevermind, I’ll find someone like you.
I wish nothing but the best for you too.
Don’t forget me, I beg, I remember you said:-
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”, yay.

Nothing compares, no worries or cares.
Regret’s and mistakes they’re memories made.
Who would have known how bittersweet this would taste?

Nevermind, I’ll find someone like you.
I wish nothing but the best for you too.
Don’t forget me, I beg, I remembered you said:-
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

Nevermind, I’ll find someone like you.
I wish nothing but the best for you too.
Don’t forget me, I beg, I remembered you said:-
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yay yeh yeah

Okay.. If you know the meaning of this song, so touchy, right?  But just because I love this song it doesn’t mean this story of the song now happening to me. 😉 I just love this song.  Adele’s tremendous voice mesmerize me.. 🙂 Let’s watch her.. 🙂

 

Awesome! And you know what? She is a heavy smoker!*tepokjidat*

so this is another video. Here we go..

Dengan kaitkata

Top 20 Such! Model Hunt Season 2

Alhamdulillah.. I become one of Top20 Such! Model Hunt Season 2… 🙂


Thank for Such! by Suci Utami

for the opportunity

🙂

See another beautiful TOP20 Such! Model Hunt here

Wassalamualaikum..

Reinhard Wolfgang Wospackrick

Assalamualaikum..

Ijinkan gw disini membagi rasa pahit dan indahnya sebuah perpisahan..

Subhanallah.. Sakit banget di bagian dada sebelah kiri gw menahan tangis. Setelah ngebaca blognya sahabat gw  iyank www.detakhujan.com gw jadi inget moment perpisahan sama seorang Reinhard Wolfgang Wospackrick beberapa hari kemaren. Satu dari sahabat terbaik yang pernah meninggalkan jejak yang tajam dalam hidup gw. Temen seperjuangan 4 tahun kuliah dan 2 bulan belajar dan berjuang di Pare, Kediri, Jawa Timur yang biasa gw panggil RAIN. yang Artinya Hujan. Manusia yang gak pernah sedikitpun gw lihat dia marah. Dia yang pertama kali negor gw untuk jangan suka mengeluh dan menggerutu dengan diri sendiri ( berhubung mulut gw suka bercerutuk sendiri klo lagi kesel, cuma dya yang brani negor gw sampe gw jdnya sadar). Dia yang berbeda agama dan tempat ibadah namun tetap menyayangi gw dan Iyank Izna apa adanya dengan hijab yang kami pakai. Dya yang berbeda warna kulit dengan orang di Jakarta umumnya, lebih hitam karena dya keturunan papua, dan rambutnya yang keriting tebel yang bikin kita excited tiap rambut dya lg gondrong “ke Atas” alias kribo :D. Dya pemain basket ter-bogel yang pernah gw kenal (hehe piss…) tapi jago banget mainnya! (Sumpah). Dya.. Dya… Dya itu RAIN. Sesuai dengan artinya. Hujan.. adalah Berkah. Tanpa hujan, bumi ini kering. Hujan yang sedang manusia rindukan di musim kemarau sekarang ini. Barakallah…

Jujur gw sambil nangis nulis di blog ini. Keinget gimana kemaren trakhir ketemu dya. Kuruuuuusss banget! Sampe2 kita nanya’ “elo make ya?? SUMPAH kurus banget!”. Dengan enteng dya jawab, “Gw Diet”. Alhamdulillah klo karena diet, bukan karena make. (Naudzubillah). Kenapa di saat-saat terakhir ketemu dya, dya nya ringkih begitu sih.. makin bikin gw pengen nangis kemaren. Dan akhirnya lepas juga airmata gw pas pamit mau pulang. huaaaaaa… 😦

Dya bilang dya harus ke Papua. Untuk meneruskan hidupnya dan bekerja. Dan.. Untuk waktu yang cukup lama.. Fiuhhhh….. Walopun gak tiap hari ketemu juga selama di Jakarta, tapi setidaknya kalo tau jarak kita gak begitu jauh, kita masih gampang ketemu klo lagi pengen ngumpul. Tapi klo dya di Papua?? 😦 Kenapa harus ada perpisahan dalam hidup ini, akhirnya terjawab sudah. Kita bertambah umur, bertambah besar tanggung jawab kita pada diri sendiri. Takdir yang menentukan bahwa Hujan harus meneruskan hidupnya di Papua. Ini lah yang terbaik. Jalan hidup orang beda-beda. Dan akhirnya perpisahan pun harus menjadi hal yang bisa kita terima. Perbedaan diantara kami tidak menghalangi kami bersahabat. Alhamdulillah.. Cuma bisa kirim doa dari sini untuk Hujan di sana, semoga dya jadi orang sukses, dan bisa membahagiakan orangtuanya. Amin.. Amin.. Ya Rabbal’alamin.  Take care REINHARD WOLFGANG WOSPACKRICK.  See you soon in our better life..  🙂

Memories of Hujan:

Reinhard Wolfgang Wospackrick

Pertama kali Izna dan gw sampe Pare, disambut sm Hujan 🙂

Me with Hujan at Bali House, Pare, Kediri

Last moment with Hujan

 

See ya in another space and time, Rain,,,,,, We will miss you…

 

 

Wassalamualaikum..

Maher Zain: ” From wrong to the right way”

Fascinated by the music and instruments, Maher Zain got his first keyboard when Maher Zain was only ten and ever since music officially became part of Maher’s world.

The family moved to Sweden when Maher was only 8, where he continued his schooling, and later entered university and got a Bachelors degree in Aeronautical Engineering. With things changing around him, one thing remained the same – his strong passion for music. He would spend late nights at school with his friends where they would sing, rap, compose and experiment with music in every way. It didn’t take him long to realize that music became an integral part of who he is.

After being involved for a while in the music scene as a music producer, Maher was introduced to RedOne, a gifted music producer who was fast rising in the music scene in Sweden. Maher started working with RedOne and later moved to New York. For a few years he was in the middle of the hot rush of the NY music industry, working with chart topping artists such as Kat Deluna on her debut album including smash hits ‘Whine up’ and ‘Run the Show’. Maher had what many would describe as a dream job for someone so young in such a glamorous business, but for Maher it felt like this was far from what he would call ‘the dream’, “I loved the music but I hated everything that surrounded it, it always felt like something wasn’t right”.

In January 2009, Maher Zain decided to work on an album that reflects his identity – Arab, Western and Muslim – and signed with Awakening Records. Maher’s debut album Thank You Allah reached the number 1 spot on Amazon’s World Music charts and number 9 on the R&B charts. Thank you Allah is Maher’s favorite song because it represents the journey of his life. From wrong to the right way.

In January 2010, in a music competition organized by Nujoom FM (Egypt’s biggest music radion station) Maher’s track ‘Ya Nabi Salam Alayka’ was voted as the best song for 2009. Runners up included big names like Hussein Aljismi, Mohammed Mounir and Sami Yusuf. Maher has already performed at sold out concerts in Algeria, Australia, Belgium, Canada, Egypt, England, France, Holland, Sweden, and the US amongst others and is fast becoming the ‘next superstar of Islamic music’.

 

 

Maher Zain’s videoclip “The Choosen One”

 

I love Maher Zain voice since i heard his song “For the rest of my life”. And it becomes my favorite song with Adhi, my Husband to be. we have plan to use this song for our wedding video’s background music. I hope it will be come true. 🙂 And we can live together until the rest of our life. Amin.

Thanks to: Islamic Lyrics