Category Archives: Inspirating story

Media Featured: My Family at Hijabspeak.com

20131022-180535.jpg

Alhamdulillah my little family featured on http://www.hijabspeak.com

❤❤❤

Syukran Hijabspeak 😘
Jazzakallahu Khairan

Dengan kaitkata , , ,

#HCD Hijab Story: Dwina Arini and her Hijab

Bismillahirrohmanirrohim..

Depok, somewhen in 2002…

Ku lihat bayangannya di cermin besar berornamen  Jawa. Wanita itu terlihat anggun dalam balutan selendang hijau. Terlihat mengalir lembut di kepalanya, menutupi mahkotanya dan membentuk sebuah mahkota baru yang jauh lebih indah. Sebuah bros kupu-kupu menyempurnakan penampilan wanita itu.

“Mama, cantik deh..” ucapku pada ibuku, wanita yang sedari tadi ku perhatikan gerak-geriknya saat mengenakan kerudungnya.

Mama tersenyum padaku dan mengelus pipiku, “Kamu jauh lebih cantik dari Mama, sayang..”

Aku pun membalas senyumnya dan terbentuklah tekad baru dalam diriku.

 

Depok, Mei 2002

“Win, kamu mau masuk SMP mana?”tegur Papa padaku setelah pulang dari pengambilan raport dan ijazah kelulusan di SD Tugu Ibu, Depok.

“Nggak tau, Pa… SMP 3 mungkin, temen-temenku banyak yang kesana.”jawabku sekenanya.

“Mau di negeri? Nggak mau di swasta?”tanya Mama dari kursi belakang mobil.

“Mana aja deh. Yang penting SMP aku mau pake jilbab…”jawabku lagi.

“Kalau gitu, di SMP Nurul Fikri aja. Kan disana wajib pake jilbab, biar kamu juga belajar jilbab-an yang bener.”usul Papa.

“Yaudah.”kataku langsung mengiyakan usul Papa tanpa berpikir panjang.

                                *****************************************************

Itulah awal mula aku memakai kerudung, atau jilbab atau hijab yang menjadi sapaan akrab kain penghias kepala para muslimah sekarang ini. Ketika kelas 6 SD, ibuku memutuskan mengenakan jilbab. Aku terpana melihat ibuku, yang menjadi lebih anggun dan bersahaja ketika memutuskan mengenakan jilbab. Kain penutup kepala yang digunakan oleh ibuku selalu mengundang perhatianku bagaikan magnet. Semenjak itulah, aku bertekad untuk mengenakan jilbab secepatnya. Saat itu, aku sudah hampir lulus SD sehingga kupikir SMP adalah momen yang tepat untuk transformasiku.

Alhamdulillah, Allah SWT memberikanku hidayah yang sempurna saat itu. Diriku, yang ketika kelas 6 SD sudah mengalami menstruasi, seharusnya sesuai hukum Islam sudah wajib mengenakan jilbab. Alhamdulillahirobbilalamin, tidak perlu berlama-lama aku mengumbar auratku, Allah mengijinkanku untuk menutupnya secara sempurna. Cara yang Allah berikan dalam menyampaikan berkah hidayah-Nya kepadaku sungguh indah, dan itu baru kusadari belakangan ini. Begitu aku memutuskan untuk memakai jilbab, orang tuaku sangat mendukung dengan memasukkanku ke SMP Islam, yang tentunya akan menyempurnakan proses transformasiku. Sungguh, Dia-lah yang Maha Memberikan Hidayah dan Maha Sempurna.

Maka, jilbab menjadi pakaian wajib yang ada di lemariku saat itu. Aku bangga menunjukkan jilbabku pada semua orang. Hampir tiap pagi aku mematut diri di depan cermin hanya untuk mengatur jilbabku supaya terlihat pas dengan bentuk mukaku yang kotak. Subhanallah memang, jilbab menjadikan siapapun yang mengenakannya menjadi lebih anggun, bahkan untukku yang waktu itu baru menginjak usia remaja tanggung.(hehe, memuji diri sendiri sebenernya :p )

Ramadhan pertama di SMP kulalui dengan senang, karena ini Ramadhan pertama dengan penampilan baruku. Aku selalu bangga ketika bertemu dengan teman lama dan ia terkejut melihat penampilanku. Aku selalu tersenyum lebar ketika ada yang berkomentar, “Winaaaa, pake jilbab sekaraang? Waah, nggak nyangka..”. Aku selalu menganggap komentar itu sebagai pujian. Tak pernah terbersit sekalipun rasa malu kala itu. Dan aku pun bertekad kuat untuk setia mengenakan jilbab hingga ku mati.

Bahkan jilbab tidak kulepaskan saat aku mengikuti sebuah olimpiade paduan suara di Busan, Korea Selatan pada tahun 2002. Tidak ketika teman-teman SMP ku menanggalkan jilbabnya ketika di luar sekolah. Tidak juga ketika aku sudah lulus SMP dan memasuki gerbang SMA. Jilbab sudah menyatu dengan diriku, akan terasa aneh jika rambut ini tertiup angin karena tidak ada jilbab pelindungnya.

Tetapi, lingkungan memang menjadi pengaruh yang sangat kuat, apalagi di usia rentan seperti diriku kala SMA. Dengan tuntutan gaya hidup dan berpenampilan oleh teman-teman sebaya, aku mulai ragu dengan jilbabku. Aku mulai merasa jilbab ini menjadi tembok penghalang aku dan teman-temanku. Menjadi sekat yang menjauhkan aku dari kehidupan masa mudaku.

Maka, perlahan tapi pasti, aku mulai berani meninggalkan jilbab ketika pergi bersama teman-teman. Sekali.. dua kali.. jilbab hanya kugunakan sebagai passport keluar rumah, selebihnya ku lepas dan ku masukkan ke dalam tas.

Tapi lagi-lagi aku adalah hamba yang sangat beruntung, karena Allah SWT memberikanku hidayah lagi dan lagi. Aku mulai merasa tidak nyaman dengan identitas baruku sebagai gadis tidak berjilbab. Orang-orang mulai menggunjingkanku. ‘Munafik’ adalah kata pedas yang kudapat saat itu dan yang kemudian menyadarkanku bagai air dingin yang mengguyur badan di kala subuh. Maka aku pun menangis. Aku sadar aku sedang ditegur oleh-Nya. Betapa baiknya Ia mau menegur hamba-Nya yang sedang meninggalkan-Nya. Betapa hinanya aku sampai berani berpaling dari kewajibanku terhadap-Nya.

Maka kupastikan tidak akan lagi aku lepaskan jilbab ini dari kepalaku. Dan aku berjanji pada diriku, dengan jilbab di kepala, aku justru akan semakin berprestasi dan dihargai. Akan kubuang perasaan rendah diri karena jilbab. Sungguh pemikiran yang sangat keliru jika menyalahkan jilbab atas pergaulanku.

Sungguh kejadian ini memberikanku sebuah hikmah. Hikmah akan kesetiaan dan patuh terhadap yang Maha Setia, hikmah akan kecintaan terhadap ajaran dari Yang Maha Dicintai. Sesungguhnya, ketika orang-orang mulai membicarakanku, tentang sikapku yang melenceng, Allah SWT sedang menegurku agar kembali menjadi wanita yang Ia cintai. Wahai Rabb-ku, karena Engkaulah aku berhijab, dan hanya kepada-Mu lah ku serahkan segalanya. Sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya tempat kembali.

Dan Allah Yang Maha Baik lagi-lagi menunjukkan kemurah-hatian-Nya. Dia membantuku dalam menepati janji pada diriku sendiri. Selama perjalananku di SMA, berkali-kali mendapatkan kesempatan mengikuti perlombaan, seperti lomba debat Bahasa Inggris dan lomba paduan suara, mewakili SMAN 3 Depok bersama dengan teman-teman lainnya.

Pada tahun 2009 lalu, Alhamdulillah, aku berhasil menjadi Wakil II Mpok Depok 2009 dan menjadi satu-satunya pemenang yang mengenakan jilbab pada saat itu, bahkan dari tahun 2002, ketika awal pemilihan Abang-Mpok Depok digelar. Sungguh sebuah prestasi yang membanggakan bagi diriku. Aku bisa menunjukkan pada masyarakat luas secara nyata, bahwa dengan berjilbab tidak akan membuat kita jauh dari pergaulan dan peradaban. Justru dengan jilbab kita bisa mendakwahkan Islam secara kaffah atau menyeluruh. Alhamdulillah, rahmat Allah memang akan selalu menjadi hikmah dan pelajaran hidup yang tidak akan terlupakan. Terima kasih atas segala berkah dan karunia-Mu selama ini ya Allah, izinkan hamba untuk terus mendakwahkan agama-Mu di bumi ini, izinkan hamba untuk menjadi insan yang lebih bermanfaat bagi banyak orang dan sempurnakanlah akhlak-ku agar selalu bisa menjadi agen Muslim yang baik dimanapun aku berada. Aamiin ya Rabbal ‘alamin..

Itulah sedikit pengalaman saya selama 10 tahun mengenakan jilbab. Sebuah perjuangan yang setimpal dalam mendapatkan cinta-Nya, meraih jannah-Nya. Semoga kita semua selalu bisa menjadi wanita yang Ia cintai dan selalu dalam lindungan-Nya.. Aamiin.

                                                                                                                                Depok, 24 Juli 2012

Congrats to Dwina Arini 🙂 Mudah2an Bukunya bermanfaat ya, dan scarf dari Vania Scarfnya kepake.. 🙂

Syukron dah mau berbagi cerita bersama HC Depok.. :* Kiss

Wassalamualaikum Warohmatulloh…

Dengan kaitkata ,

Keajaiban Air Susu Ibu

Mungkin semua orang pada bingung kenapa gue sering ngetwit tentang ASI (Air Susu Ibu). Nge-follow account AIMI atau Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia  (@aimi_asi) dan Breastfeeding Supported Father account (@ID_AyahASI) . Dan sering berbicara tentang pentingnya ASI bagi anak-anak.

PADAHAL……………

Gue belon punya anak!  😀

hehehe ya ya ya.. Terserah aja kalopun ada yang bilang gue sok tahu atau gue kebelet KAWIN pengen punya anak. Hahaha yang penting ini semua gue anggep ilmu yang berguna buat gue, suami dan anak-anak gue nanti..

Ameera Andiska Putri.

Tau kan nama itu? Dia gue abadikan di postingan gue sebelumnya (Check di sini) Dia itu ponakan pertama gue. Dan dia ANAK ASI.

Maksud dari anak ASI adalah, sejak lahir hingga sekarang susu yang dikonsumsi Ameera adalah ASI. dari umur 1 hari sampai 6 bulan, Ameera sukses ASIX. ASIX adalah ASI Exclusive. Artinya sampai 6 bulan Ameera hanya minum ASI, tanpa makanan atau susu tambahan apapun. Dan ini adalah sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai Hak Anak, yaitu pemberian ASI exclusive sampai umur 6 bulan.Sampai sekarang Ameera udah mau umur 8 bulan. Dan udah MPASI, yaitu mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI, seperti bubur buah, bubur beras, dan makanan lain yang alami, bukan makanan kaleng dan bukan makanan bubur yang dijual-jual di supermarket. Bundanya rajin bikinin Ameera bubur yang dibuat kadang dari pisang, pepaya, beras merah, kentang, wortel dan lain-lain.

Melihat Ameera tumbuh sehat dan ber-body sekel begitu, pastinya gue pun ter-edukasi dengan melihat keseharian Ameera dan bundanya. Bunda Amee juga sambil ngajarin kenapa ASI itu lebih baik dari susu lainnya, juga kenapa jaman sekarang ini begitu berat memberi ASI eksklusif, karena iklan-iklan susu yang banyak di televisi terlanjur merubah paradigma banyak orang dan menggeser keprioritasan ASI ke level terbawah.

Sedih bukan? 😦

Gue sendiri melihat dengan mata kepala gue betapa hebat kekuatan ASI setiap Ameera sakit. Tanpa obat, antibiotik, atau Sanmol, Ameera mampu sembuh hanya cukup dengan diberi ASI. Kecuali untuk sakit parah yang tidak tertolong, mungkin akan perlu pihak dokter ya. Tapi kalo sakit anak biasa kya demam, pilek, batuk, itu cukup diberi ASI aja bisa sembuh! Kalo gue simplenya mikir gini,

“Ya iya lah ASI lebih baik kemana-mana, wong ASI itu ciptaan Tuhan. Keluarnya aja dari tubuh manusia yang gak lain gak bukan adalah ciptaan-Nya. Pasti jauh lebih baik dari susu yang diproduksi oleh pabrik-pabrik buatan manusia.”

Simpelnya sih gitu aja…

Dan buat gue informasi tentang ASI ini penting banget buat seluruh perempuan di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Sadarlah bahwa kita ini sudah diciptakan sempurna secara fisik. Kita punya ASI yang merupakan hak anak kita untuk dikonsumsi. ASI yang sudah sangat sempurna untuk bayi manusia, tidak tertandingi oleh produk susu manapun di dunia. Support-lah iklan ASI untuk dapat diputar di TV setiap hari seperti iklan susu lainnya. (iklan ASI bisa dilihat di sini Alhamdulillah baru-baru ini sudah mulai tayang di MetroTV)

Buat gue yang belum menikah, amat sangat penting informasi seperti ini untuk gue ketahui karena taruhannya adalah masa depan anak kita nanti. Salah-salah menyerap informasi, maka kita akan terus menghancurkan generasi kita selanjutnya. Edukasi seperti ini bukan hanya untuk seorang ibu, calon ibu, atau yang mau menikah, tapi edukasi ini penting juga untuk para laki-laki, baik yang mau menikah ataupun tidak, buat orang tua yang sekarang dah pada jadi nenek kakek, mertua, baby sitter, tante, om, adik, kakak, semuanya harus ikut di-edukasi mengenai hal ini. Karena ini menyangkut paradigma hidup yang harus ditanamkan dengan benar. Pengaruh iklan pada media-media massa belakangan ini sangat mudah mempengaruhi alam bawah sadar kita. Dan kita terpengaruh untuk membeli produk-produk mereka karena iklan-iklan tersebut dikemas dengan terlihat menggiurkan. Padahal seharusnya kita harus bisa lebih cermat lagi dalam memilih produk apa yang baik terutama untuk anak kita sendiri.

LEBAY YAH?

Tunggu duluuuu… sebelum nge- judge, baca dulu artikel dibawah ini.

Ada sebuah cerita nyata yang terjadi di Islamabad. Berita aslinya bisa dilihat di sini. Namun gue akan memaparkannya juga di postingan gue kali ini. Ini ceritanya:

Kisah Legendaris Bayi yang Diberi ASI dan Tidak

Jakarta, Tidak paham soal ASI dan kesetaraan gender membuat pasangan bayi kembar beda jenis kelamin harus mengalami kisah tragis. Ibunya merasa tidak mampu menyusui keduanya dan akhirnya bayi perempuan mati karena hanya diberi susu formula.

Kisah ini terungkap dalam sebuah foto lama yang pernah dipublikasikan oleh UNICEF, badan PBB yang mengurusi nutrisi pada anak. Meski sudah lama dipublikasikan, foto yang diambil tahun 1991 ini sangat melegenda dan selalu dipakai dalam berbagai kampanye pemberian ASI.

Selengkapnya, foto tersebut menggambarkan seorang ibu di Islamabad yang sedang menyusui sepasang anak kembar. Bedanya, bayi laki-laki disusui langsung dari puting si ibu sedangkan bayi perempuan yang kondisinya kurang gizi hanya diberi susu formula dari botol. Sehari setelah diambil fotonya oleh UNICEF, bayi perempuan itu meninggal.

Konon bayi perempuan itu tidak mendapatkan ASI karena beberapa faktor, salah satunya karena salah informasi. Sang ibu diberi tahu oleh kakak iparnya bahwa payudaranya tidak memproduksi ASI yang cukup untuk kedua bayinya, sehingga hanya salah satu yang bisa disusui.

Ketika itu si ibu yang memang tidak diungkap namanya itu tidak tahu, bahwa produksi ASI juga berhubungan dengan aktivitas menyusui. Semakin banyak dihisap, payudara akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI sehingga sebenarnya sangat jarang ada kasus produksi ASI tidak mencukupi.

Ketidaktahuan berikutnya adalah bahwa sang ibu tidak harus menggantinya dengan susu formula. Jika memang ternyata produksi ASI tidak cukup karena gangguan tertentu, ia bisa menggunakan jasa orang lain untuk menyusui atau dalam Bahasa Inggris disebut seorang wet nurse.

Pemberian susu formula untuk seorang bayi sangat tidak dianjurkan, khususnya di lingkungan yang tidak bersih seperti tempat tinggal si ibu tersebut di Islamabad. Air yang tidak bersih bisa membunuh bayi ketika dipakai untuk melarutkan susu formula.

Faktor lain yang membuat bayi perempuan tersebut meninggal karena tidak mendapat ASI adalah ketidaksetaraan gender. Di banyak tempat di dunia, anak perempuan dianggap lebih rendah derajatnya dibanding anak laki-laki sehingga lebih sering dikorbankan.

Dalam hal ini, si ibu memilih menyusui bayi laki-laki dan hanya memberikan susu formula kepada bayi perempuan karena ingin memberikan yang terbaik bagi bayi laki-lakinya. Bukan cuma saat bayi, hingga dewasa kaum perempuan sering terpinggirkan oleh sistem patriarki yang menganggap laki-laki lebih tinggi derajatnya.

Foto ini memang foto lama, namun kisahnya akan tetap menjadi legenda yang selalu mengingatkan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi. Kalaupun terpaksa memberikan susu formula karena kondisinya secara medis tidak memungkinkan, pastikan air yang digunakan matang dengan sempurna sehingga bebas dari kuman.

“Gunakan foto saya ini jika memang bisa membantu. Saya tidak ingin orang lain melakukan kesalahan yang sama,” pesan ibu si kembar seperti dikutip dari Unscn.org, Selasa (13/12/2011).
(up/ir)

Hmmmmmmmmmmmmmmmm….

Sedih gak sih? 😦

Apa masih kurang bukti?

Untuk informasi lengkap mengenai ASI mungkin bisa tanya-tanya sama pihak yang lebih berkompeten. Silahkan tanya-tanya sama konselor ASI. Bisa dicari infonya  di website AIMI http://www.aimi-asi.org atau Website AyahASI http://www.ayahasi.org. Atau foolow account twitter mereka. Mereka gak sungkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar ASI. 🙂

Jangan lupa guys, bahwa anak-anak kita adalah penerus bangsa. Apakah nanti Indonesia bisa menjadi lebih baik? itu semua tergantung pada kita sekarang. Dimulai dengan bagaimana kita membesarkan anak kita. Menurut sumber yang pernah saya baca, IQ anak ASI lebih tinggi loh dari anak Susu formula. So, mari cerdaskan generasi penerus kita dimulai dengan memberikan ASI dimulai sejak mereka lahir ke dunia. 🙂 InsyaALLAH…

Semoga bermanfaat.

Wasalamualaikuummmm…

Dengan kaitkata ,

The dumbest Bejo

When a bussinessman was cutting hair at a barber who lives not far from his office, they saw a boy running arround and jumping in front of them.

conversation:

barber said, “That’s Bejo, he’s the dumbest in the world”

“I wonder?”, said a bussinessman.

Then the barber called Bejo, and he reached into his pocket and pulled out a sheet of Rp. 1.000 and Rp. 500, then asked Bejo to choose, “Bejo, you may choose and take one of this money, it’s up to you which one you want to choose.”

Bejo looked into the barber’s hand where there is money Rp.1.000 and Rp.500 and quickly moved his hand and took the money of Rp.500.

Barber with a sense of right and win then turned to the bussiness man and said, “Right as I said before, Bejo is the dumbest boy I ever met. Countless times I did a test like that before, and he always take the money which has the smaller value.”

After the bussiness man had  finished cutting his hair, on the way home he met Bejo. Feeling curious about what he had saw before, he  called Bejo then asked, ” Bejo, I saw you before when the barber had given you money Rp.1.000 and Rp.500, then you prefer took Rp.500 than Rp.1000 even we know that Rp.1000 is twice bigger than Rp.500. why, Bejo?”

Bejo answered, “I will no longer get Rp.500 everyday if i took Rp.1000, because the barber always wonder why I didn’t take Rp.1.000. If i take Rp.1.000 it means the game will be finished.”

I tell you one message from this story. Many people feel more clever than others, so they often underestimate others. Only God knows the intelligency of human He creates. So it would be wise if we do not consider yourself smarter than others.

🙂

Have a great life everyone. Learn big things from little things arround you

Kampung Inggris: Not Only Learn English.. :)

me with my lovely bike 🙂

Pare..

Just one little town with one word..But for me, it keeps a lot of memories. And it needs many words to be described. Many friends asked me to write about Pare on my blog. But I don’t get any brave to write down about this town. Too many stories I have to tell, too many memories…  I had thought to write couple days ago, but I refused the willingness because I didn’t know how to start it.

First of all, this is one of my new adventure being here. At the first time I arrived, I felt so weird. The weather so hot in the afternoon, but extremely cold in the night. I have to adapt with these extreme weather. Only a small town with no malls, McDonald, Jco and all the smells of big cities. Everyday I have to ride a bike to go everywhere. Without a car. Without luxury. And the hardest part, I must be willing to share a room with three other people who don’t know. Sounds  creepy..!  But I had to facing on through.  Because I have 1 purpose here, to learn my fave lesson ever, ENGLISH. 😀

Day by day I just keep on moving and find lots of friends here. Unpredictable that I learned so many things by living here. I feel like my struggled against underestimated from people in Jakarta is worth. I believe there is no useless knowledge.

Pare is a place of “Kampung Inggris”. Precisely in Tulungrejo village. I heard about “Kampung Inggris” since 1 year ago, but I decided to go here since 2 months ago. I won’t descript more detail here, because if someone curious about “Kampung Inggris”, please just immediately right to come here. Because you will get a lot of things from here. I personally learned many things. Besides I get my goal which fluent in English, I also learned about the philosophy of life. Mam Indah, one of my favorite teacher said if you wanna feel “truly learning”, just come to Pare. Pare is the perfect place for those who missed the truly atmosphere of learning. No graft, no expensive education, no disparaging, no prestige,and everyone who has same vision gathered in a small town from Sabang to Merauke. Everyone willing to learn. Everyone is different.  Who recently graduated from elementary school until the age of 70 years old can sit in the same class, taught by their  teachers who could be old or younger. Although most teachers here are very young. More certainly younger than I am a 23 years old.

I’ve got many relations with all clever people here. There is a business owner who are still 15 years old, lawyers, housewives, professors, or students of high school, all gathered here with same vision. They are great people. We learn not only about English, but we learn how to appreciate opinion from the others. We learn how to keep our mouth from mocking people. We also learn about listening people. Sometimes we forget that we just want to be listened, but we forget how to listen. Mr Bob, inspiring person for me, in the class he said about the rule to join his class is make mistakes is an obligated. At that time he said that, we can’t accepted. But he explained that human always make mistakes. But human learn from their mistakes. So we don’t have to be afraid when we speak in front of the class and make mistakes. So interesting teaching method I think. The result are we get our confidence to speak up, and we can raise our intuition on speaking English. Our teachers also teach us about how to empty our glass. They said that to get knowledge in Pare, first thing we have to know that we must empty our glass. Even before our glass is full. It means, even we are a smart person in our hometown or even a professor, we shouldn’t be an arrogant person. So that we can accept all knowledge with grateful and humble.

That’s why I said that we have learned about the philosophy of life in Pare. We learned also how to change our negative mindset to be positive.  Hehe Yups,,,,, That’s all guys. Maybe still need more words to explain about my experiences here. If you get curious, just immediately  come to here.. Okay!

my Class at ELFAST

I took Basic Grammar 1 and Basic Grammar 2 in ELFAST. Good choice for you who wants to be a teacher of grammar..! 🙂

with Dini Kecil n' Izna.. Bestiiieess.... 🙂

Mr Bob Private Class Step 1

Mr Bob Private Class Step 2

I took Mr. Bob Private Class. Good for you who wants to raise your confident and wanna be a good speaker.. 🙂

LEARN TO WRITE IN THE SAND

A story tells that two friends were walking through the desert. During some point of the journey they had an argument, and one friend slapped the other one in the face.

The one who got slapped was hurt, but without saying anything, wrote in the sand: TODAY MY BEST FRIEND SLAPPED ME IN THE FACE.

They kept on walking until they found an oasis, where they decided to take a bath. The one who had been slapped got stuck in the mire and started drowning, but the friend saved him.

After he recovered from the near drowning, he carved on a stone: TODAY MY BEST FRIEND SAVED MY LIFE.

The friend who had slapped and saved his best friend asked him, “After I hurt you, you wrote in the sand and now, you carve on a stone, why?”

The other friend replied “When someone hurts us we should write it down in sand where winds of forgiveness can erase it away.

But, when someone does something good for us, we must engrave it in stone where no wind can ever erase it.”

LEARN TO WRITE IN THE SAND

by: @islamicthinking