Reinhard Wolfgang Wospackrick

Assalamualaikum..

Ijinkan gw disini membagi rasa pahit dan indahnya sebuah perpisahan..

Subhanallah.. Sakit banget di bagian dada sebelah kiri gw menahan tangis. Setelah ngebaca blognya sahabat gw  iyank www.detakhujan.com gw jadi inget moment perpisahan sama seorang Reinhard Wolfgang Wospackrick beberapa hari kemaren. Satu dari sahabat terbaik yang pernah meninggalkan jejak yang tajam dalam hidup gw. Temen seperjuangan 4 tahun kuliah dan 2 bulan belajar dan berjuang di Pare, Kediri, Jawa Timur yang biasa gw panggil RAIN. yang Artinya Hujan. Manusia yang gak pernah sedikitpun gw lihat dia marah. Dia yang pertama kali negor gw untuk jangan suka mengeluh dan menggerutu dengan diri sendiri ( berhubung mulut gw suka bercerutuk sendiri klo lagi kesel, cuma dya yang brani negor gw sampe gw jdnya sadar). Dia yang berbeda agama dan tempat ibadah namun tetap menyayangi gw dan Iyank Izna apa adanya dengan hijab yang kami pakai. Dya yang berbeda warna kulit dengan orang di Jakarta umumnya, lebih hitam karena dya keturunan papua, dan rambutnya yang keriting tebel yang bikin kita excited tiap rambut dya lg gondrong “ke Atas” alias kribo😀. Dya pemain basket ter-bogel yang pernah gw kenal (hehe piss…) tapi jago banget mainnya! (Sumpah). Dya.. Dya… Dya itu RAIN. Sesuai dengan artinya. Hujan.. adalah Berkah. Tanpa hujan, bumi ini kering. Hujan yang sedang manusia rindukan di musim kemarau sekarang ini. Barakallah…

Jujur gw sambil nangis nulis di blog ini. Keinget gimana kemaren trakhir ketemu dya. Kuruuuuusss banget! Sampe2 kita nanya’ “elo make ya?? SUMPAH kurus banget!”. Dengan enteng dya jawab, “Gw Diet”. Alhamdulillah klo karena diet, bukan karena make. (Naudzubillah). Kenapa di saat-saat terakhir ketemu dya, dya nya ringkih begitu sih.. makin bikin gw pengen nangis kemaren. Dan akhirnya lepas juga airmata gw pas pamit mau pulang. huaaaaaa…😦

Dya bilang dya harus ke Papua. Untuk meneruskan hidupnya dan bekerja. Dan.. Untuk waktu yang cukup lama.. Fiuhhhh….. Walopun gak tiap hari ketemu juga selama di Jakarta, tapi setidaknya kalo tau jarak kita gak begitu jauh, kita masih gampang ketemu klo lagi pengen ngumpul. Tapi klo dya di Papua??😦 Kenapa harus ada perpisahan dalam hidup ini, akhirnya terjawab sudah. Kita bertambah umur, bertambah besar tanggung jawab kita pada diri sendiri. Takdir yang menentukan bahwa Hujan harus meneruskan hidupnya di Papua. Ini lah yang terbaik. Jalan hidup orang beda-beda. Dan akhirnya perpisahan pun harus menjadi hal yang bisa kita terima. Perbedaan diantara kami tidak menghalangi kami bersahabat. Alhamdulillah.. Cuma bisa kirim doa dari sini untuk Hujan di sana, semoga dya jadi orang sukses, dan bisa membahagiakan orangtuanya. Amin.. Amin.. Ya Rabbal’alamin.  Take care REINHARD WOLFGANG WOSPACKRICK.  See you soon in our better life.. 🙂

Memories of Hujan:

Reinhard Wolfgang Wospackrick

Pertama kali Izna dan gw sampe Pare, disambut sm Hujan🙂

Me with Hujan at Bali House, Pare, Kediri

Last moment with Hujan

 

See ya in another space and time, Rain,,,,,, We will miss you…

 

 

Wassalamualaikum..

5 thoughts on “Reinhard Wolfgang Wospackrick

  1. Alisyah mengatakan:

    Saya selalu salut dengan orang yang bisa hidup harmonis gini, tanpa memandang jenis kelamin, suku, apalagi keyakinan. Semoga sukses membangun Papua, hingga saudara2 kita yang pintar-pintar di sana banyak yang muncul ke permukaan🙂

  2. Asop mengatakan:

    Wa’alaikumsalam.🙂

    Di balik perpisahan pasti ada hal yang lebih baik menanti.🙂

  3. princessdika mengatakan:

    wah jadi enak di like terus sm kang asop..🙂 danke….. :))

  4. Reinhard Wolfgang Wospakrik mengatakan:

    serba salah jadinya.gendut salah.kurus salah. ;P

    anyway thanks ya dik.kalian semua realy means a lot for me.🙂
    (sesuatu banget ya.Hueks… LOL..)😀

    nb: marganya gw terlalu kebarat2an ditulisnya.hahah..

  5. princessdika mengatakan:

    oo jd yg bener wospakrik lah yaa.. tp gw lbh suka yg kebarat2an.. klo yg aslinya, bikin gw kebayang2 jangkrik.. -__-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: