Welcoming and To Let Go At the Same Time

Assalamualaikum…

 

HAH!
hehehe.. maap ngos-ngosan ni nulisnya. hehe buang napas dulu deh.. Hufftt…

Well, dah lama gak nulis di blog ini.🙂 Mau denger (ng…. baca) ceritaku? hehe

YAK,,,,,,, Pertama-tama, seperti selayaknya seorang perempuan yang akan melahirkan anak pertamanya, of course I’m so nervous and excited!🙂 Yup.. Baru semalam aku pulang dari obgyn keluargaku untuk checking my baby. Tepatnya di RS Bersalin Duren Tiga (Recommended Hospital!) bersama dokter paling HITS dan paling banyak pasien yaitu dokter Fachruddin, atau biasa dipanggil dokter Fach.🙂 Beliau dapat dikatakan sudah “berumur”. Dengan rambut full cat Putih (as known as Uban🙂 ) dan kerut di wajahnya, I can see that he is a senior Obgyn😀 dan aku yakin dya pasti dah ngebrojolin berapa puluh ribu anak di Indonesia ini🙂 So I trust him to control me and my baby during my pregnancy until “The Born Day” come😀
Hmm… Singkat cerita, dr. Fach bilang skrg umur dede 33 Minggu. Dan setelah di USG, dede sehat🙂 Alhamdulillah. Dan USG kali ini suamiku pengen liat kelaminnya dede, krn USG terakhir dya gak bs ngeliat pas cek kelamin. Dan emang belum berubah dari hasil USG sebelumnya, dede di perutku berjenis kelamin perempuan.🙂 SUbhanallah ya, saat lihat kepalanya, tulang punggungnya yang dah berbentuk sempurna, kaki nya, tangannya, dan kelaminnya (of Course! jangan ngeresssss.. :D) Posisinya juga bagus. Kepala sudah di bawah. Tinggal emaknya aja nih kudu rajin jalan pagi supaya posisi tetep bagus dan kepala masuk tulang panggul. hehe Subhanallah…. Walhamdulillah.. Walaailaaha ilallah.. Huallahu Akbar.. USG membuat hubungan batin ibu dan anak bisa lebih dekat, krn sang Ibu merasakan kebahagiaan ketika bisa melihat anaknya tumbuh dengan baik di perutnya. Begitu katanya.. dan bener banget! Aku selalu kangen pengen cepet-cepet USG tiap bulan. KArena hanya dengan melihatnya, aku merasa bahagia.. :”) Dan suamiku pun begitu. Kalo ketinggalan USG karena gak bisa ninggalin kerjaan, pasti sedih.🙂

So now, sudah 33 minggu. Artinya masuk 8 bulan lebih seminggu. Dan semakin mendekati due date. Kami mulai merancang apa aja yang harus kami persiapkan. Walau beberapa barang sudah tersedia, tapi tetep ajah dasar emak-emak pengennya jalan-jalan beli ini itu buat anak. hehe🙂 Bissmillah aja.. We will give u the best we had, my baby girl.. :’)

Welcoming our first child makes us feel so blessful. Dan kadang gak sabar. hehe Tapi ada hal yang agak berat buatku saat-saat ini yang ngebuat aku kadang suka sedih. Coz i have to welcoming and to let go my both person I love the most at the same time..😦

Aku bahagia luar biasa menyambut kelahiran anakku, namun aku harus tegar nantinya merawat anakku sendirian, karena suami akan ditugaskan di negeri orang….

…………………….

……………….
….. (Speechless for a while)

 

But why? kenapa harus sedih?

okey i will explain here. Kalian tahu? Bahwa ditugaskannya suamiku di luar negeri ini bukanlah hal sepele yang sangat mudah kami gapai. Kami berjuang sejak awal menikah kemarin untuk membuat mimipi terbesar kami dari kecil  menjadi bagian dari masa depan kami, yaitu keliling dunia. hahaha.. terdengar simple banget dan “anak kecil” banget gak sih mimpi  kita berdua?

Tapi itu hanya terdengar simple, namun proses untuk mencapainya belum tentu semua manusia bisa! Sebelum kami bertemu dan menikah, kami sama-sama berjuang dengan cara kami masing-masing dan dengan proses yang berbeda. Suami sudah hampir berapa kali mau dikirim ke luar negeri dari sejak SMP, tapi entah kenapa selalu gagal di tengah jalan. Sampai dia pun akhirnya kesampaian pergi ke Jepang untuk kuliah dan bekerja selama setahun disana. Dan aku? Aku berjuang bener-bener selangkah demi selangkahhhh banget. bahkan tiap langkahnya kecil kali ya kalo bisa diliat😀 Tapi aku gak pernah mundur selangkahpun! Bahkan aku tidak pernah merubah cita-citaku yang terkesan muluk-muluk itu. Aku berjuang dari segi akademis. Berani mengambil jurusan Hubungan Internasional di salah satu Universitas swasta di Jakarta, aku berjuang hingga lulus Strata 1 setelah 4 tahun. Kenapa jurusan HI? Karena menurutku, kalo mau keliling dunia, at least aku harus jadi duta besar. akhirnya aku kuliah HI deh hahaha😛 Pemikiran yang dangkal kayanya ya? Tapi dalem banget buatku… :’) Dan aku juga sempet les bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur untuk mendalami bahasa favoritku itu. Agar suatu hari nanti dapat berguna kalau aku tinggal di luar. hehehehhee

Lalu bertemulah kami atas izin Allah di awal tahun 2011. Kami yang ternyata punya mimpi yang sama ini, akhirnya kompak berjuang pasca menikah. Pokoknya gimana caranya supaya suamiku bisa bekerja di Luar Negeri. Mulai dari apply lamaran, doa, shalat dhuha dan semua doa-doa kami fokus pada cita-cita kami ini. Bahkan sering kami menangis dalam doa. Saking dalemnya…  Dan sejak Februari 2012 sampai Oktober 2012 ini,akhirnya  kami mendapatkan apa yang mungkin banyak orang tidak dapatkan. FULL OF BLESSING!

Suamiku dilancarkan sekaliiii selama menjalani proses untuk lolos menjadi Local Staff Kementrian Luar Negeri, Mulussss.. hampir gak ada hambatan. SUbhanallah… Dan aku juga dikasi hamil cepet. Lagi-lagi rezeki. berupa anak di rahimku :’) Dan aku juga menjalani kegiatan bersama Hijab COmmunity Depok selama masa kehamilan. Mulai dari NOL. Aku hanya berusaha ingin keluar dari zona nyamanku yang santai sebagai Ibu Rumah Tangga biasa. Aku pun mencetuskan membentuk komunitas ini dan mengajak 7 orang kawan SMAku yang sekarang sudah berjilbab. Dengan alasan aku ingin punya kegiatan, tapi tetap bisa berdakwah di jalan Allah. Dan komunitasku pun disambut dengan sangat baik oleh masyarakat dan pemerintah Depok. Alhamdulillah…. Semua aku syukuri karena nikmat yang begituu banyak ini aku dapatkan hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun pernikahan kami :’)

Dan omong-omong soal keberangkatan suamiku nanti. Mungkin kalo negara dimana suamiku ditempatkan itu gak jauh-jauh banget kya Singapura, Malaysia, Australia, atau negara-negara yang gak jauh-jauh amat si aku gak sedih-sedih banget. Tinggal beli tiket promo ajah. Trus berangkat deh jalan-jalan disana. Balik ke Indo lagi juga ga masalaah.. Toh suami gak jauh-jauh banget hehe..

Lahhh iniiii…. Kalian tahu gak negara Kazakhstan??

nah suamiku akan ditempatkan disana dalam kurun waktu kurang lebih 2 Tahun. Negara itu termasuk Eropa Timur dan sebagiannya lagi masuk Asia tengah. Posisinya berbatasan langsung dengan Rusia, China, dan Uzbekistan, Deket Laut Kaspia. SUamiku akan ditempatkan menjadi Local Staff di KBRI yang berada di Ibukotanya yaitu Astana. Aku akan cerita lebih banyak tentang Kazakhstan pada  posting-posting berikutnya ya. Yang aku bikin sedih saat ini adalah, perkiraan waktu keberangkatan suamiku kemungkinan akan berdekatan dengan waktu kelahiran anakku. hiks..😦

Bayangin sodarah-sodarah, kalo aja suami harus berangkat bahkan sebelum aku melahirkan? Oh my… Aku pasti sedih bangetttt… Kalopun setelah melahirkan, tapi tetep aja sedih. Anakku bakal jauh dari bapaknya😦

SO what i have to do now?

Gak lain gak bukan cuma bisa pasrah sm Allah, Sang Maha Pemberi Tempat. Sang Maha Bijaksana yang mengatur semua ini. AKu cuma bisa pasrah, karena aku tahu Allah pasti tau yg terbaik buatku, suamiku, dan terutama anakku..

Apa yang menjadi harapanku ke depan adalah, agar suamiku bisa tetap bekerja di Kazkahstan dalam waktu yang lama. Gak cuma 2 tahun aja. dan itu sangat memungkinkan kalo kinerja suamiku sangat baik untuk KBRI. Bisa 10 Tahun lebih malah atau seumur hidupnya. Dan tahun depan, aku dan anakku sudah bisa ikut pindah ke Kazakhstan dan tinggal disana. Amin Ya Rabbal ‘alamiin..

Sedih.. bukan berarti aku gak bersyukur. Aku bahkan makin cinta sama Allah ketika mimpi-mimpi kami mulai diwujudkan jd nyata sm Allah di tahun 2012 ini. Namun aku sadar, dalam mencapai sebuah mimpi besar, akan ada pengorbanan yang besar pula. Aku pun harus merelakan keinginanku yang selalu ingin berada di dekat suamiku. Insya Allah aku ikhlas…

Aku pernah posting tentang bagaimana perjuanganku mencapai mimpi (baca di sini). Aku memang seorang pemimpi. PEMIMPI BESAR. Pengkhayal Tingkat Tinggi. Aku pengen bisa kerja di Kemenlu suatu hari nanti. dan Allah mewujudkannya dengan cara lain. Suamikulah yang diterima kerja di Kementrian Luar Negeri saat ini. Allah mewujudkan mimpiku dengan cara yang berbeda. Aku merasa Allah mentakdirkan aku untuk mengurus anakku, dan tugas suami lah yang bekerja. Dan aku tetap bersyukur, ya Allah.. Terima kasih atas mimpi yang telah engkau wujudkan ini. Melalui suamiku yang luar biasa, dan dengan pemberian anak di rahimku ini. AKu sungguh sujud syukur padamu ya ALLAH. Aku tidak pernah menyangka akan seperti ini. MIMPIKU TERWUJUD.

 

Dear papahnya dede,

Selamat berjuang di negeri orang yah. Nanti qta skype2an ajah. Jangan lupa beliin mamah Ipon yah.. hehehe (teteuup..)

Aku sayang banget sm papah, dan dede juga pasti sayang bgt sama papah. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa kumpul lagi bertiga ya pah, seperti yang sudah kita rencanakan. Jangan menyerah ya pah.. Keep struggling to pursuit your dream. I know you are the best papah for dede, and the best best best husband for mamah.. We love you so muchhhh… :’)

Papah sudah menunjukan bahwa papah adalah sosok suami yang baik dan sholeh. Terima kasih atas segala kasih dan sayang papah. Dalam kesabaran papah menghadapi mamah selama masa kehamilan yang cukup ‘tough’ ini. AKu kuat karena ada papah disisiku selalu. Dan aku pun akan kuat walau papah nanti jauh. Aku akan merawat anak kita dengan baik.. Mamah janji pah……..

Mudah-mudahan tahun depan mamah dan dede dah bisa terbang kesana nemenin papah kerja. Jadi papah gak sendirian. Papah bisa main sm dede.. ya pah..

Papah tau mamah cengeng kan? Maafin mamah yang ga bs berhenti nangis ini sampe keberangkatan papah nanti. Tapi aku yakin ini cuma sementara. Nanti mamah pasti kuat. pasti… Demi anak kita.. Aku akan kuat…
Sampe ketemu lg nanti ya pah.. Ketika papah sudah bisa membawa masa depan mamah dan dedek menjadi lebih baik lg. Ketika papah dah bisa ajak mamah dan dede ksana dan kita keliling Eropa seperti yang kita impikan dari dulu.

Mamah Sayang Papah.. Till the end of my Life…

 

 

(Nangis deh akhirnya..)

 

_The End_

 

we love papah :*

6 thoughts on “Welcoming and To Let Go At the Same Time

  1. ~Amela~ mengatakan:

    waaaa.. semoga proses lahirannya lancar ya mbak.. dan semoga lain2nya juga lancar.. biar nanti bisa nyusul ke Kazahktan juga.

  2. Ayu mengatakan:

    Ngefans banget aku sama bunda dika, wanita hebat wanita cantik wanita cerdas.. semoga proses kelahirannya lancar ia bunda ..

  3. deviasi mengatakan:

    duh… pengen nanya tapi takut dikira lancang. haha
    soalnya bisa tau blog ini dari hasil googling tentang local staff…😀

    setelah gagal di tes trakhir kemlu, temen2 pada nyaranin buat jadi local staff aja…
    tapi masi cari2 gmn cara masuknya, workloadnya, gajinya, dan benefits-nya…

    • princessdika mengatakan:

      kalo punya cita-cita dikejar terus aja..🙂 Gagal sekali, coba kali yg ke 2. gagal lg, coba lg yg ketiga.. gagal lagi? klo masih kuat keinginannya dan cita2ya itu ya kejar lg terusssss.. hehehehehe

  4. Terence mengatakan:

    If some one wants expert view on the topic of running a blog after that
    i recommend him/her to visit this web site, Keep up the fastidious job.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: