Category Archives: True Story

Media Featured: My Family at Hijabspeak.com

20131022-180535.jpg

Alhamdulillah my little family featured on http://www.hijabspeak.com

❤❤❤

Syukran Hijabspeak 😘
Jazzakallahu Khairan

Dengan kaitkata , , ,

Another Dream Comes True

Hey world… Wow it is so excited to write down again here.. 😄 After long long long long time hehe.. Since I have a child, I’m too concern with my real life. Having fun with my baby girl is the best spending time ever. ❤ She tooks my heart and my time so badly. So I don’t have much time to get ‘me time’. Like this time I write it in.. 😊 Sssshshhh… My baby is sleeping right now.. 😝

Oya… Once I have notice you that I will go to the place where my husband is working now. so here I am! I already 1 month and 2 weeks lives in Astana, Kazakhstan. A place I never thought before i could live. Hahahaha.. Yup. Another dream comes true! 😊 I was dreaming that Someday I will live in a country (not Indonesia) which have a snow every year with my hubby n my children. I thought it might be a country in europe or america but Allah’s will is different. Allah sent me to this country. KAZAKHSTAN. Alhamdulillah. 😊
I live in Kazakh’s capital city, Astana. FYI, the coldest city number 2 in the world. IMAGINE…! It has 4 seasons but mostly indonesian people here told me that it just has 2 seasons. ‘Musim Dingin’ dan ‘Musim Dingin bangets’! Hahaha… ⛄

Saking dinginnya kali ya. Sekarang ini masih Autumn. Tapi baruuu ajah nih turun salju. It’s stil 4th October but snows are coming. Kata papah winter disini bisa sampai 6 bulan lamanya. Orang2 pd baru mulai kedinginan, kita dah turun salju. Negara lain udah pd mencair saljunya dan jalan2 di musim semi, salju disini masih aja padat hihi… Well, tetep bersyukur bersyukur dan bersyukur. That one thing I have notice. Allah mengabulkan cita-citaku lagi. Allah mewujudkan mimpi-mimpiku lagi lagi dan lagi. Semakin sadar bahwa Allah sayang banget sama diri ini. Bukannya keGRan yah. Tapi apapun keinginan kita kalau diwujudin sama Allah itu harus bersyukur dan Huznuzon sama Allah 😊 walau tiap hari kedinginan begini, tetep bersyukur dan lihat positif side nya. Allah ngabulin cita-citaku yang kepengen liat salju. Kepengen tinggal di luar negeri sama keluarga. Alhamdulillah semua terwujud 😊

pelajaran yang bisa diambil adalah: jangan takut bermimpi. Bahkan mimpilah atau inginkanlah sesuatu yang dirasa tidak mungkin! Bermimpilah yang BESAR! Jangan setengah-setengah. Karena 1,2, 5, 10 atau bahkan 20 tahun lagi mimpi itu bisa jadi MUNGKIN. Karena gak ada yang gak mungkin kalau kita minta nya sama Allah. 😊
Sekian.

I’ll share my pictures anyway. So enjoy.. 👍😄

20131012-013449.jpg

20131012-013528.jpg

20131012-013805.jpg

20131012-013849.jpg

20131012-013912.jpg

20131012-013946.jpg

Dengan kaitkata

Welcoming and To Let Go At the Same Time

Assalamualaikum…

 

HAH!
hehehe.. maap ngos-ngosan ni nulisnya. hehe buang napas dulu deh.. Hufftt…

Well, dah lama gak nulis di blog ini. 🙂 Mau denger (ng…. baca) ceritaku? hehe

YAK,,,,,,, Pertama-tama, seperti selayaknya seorang perempuan yang akan melahirkan anak pertamanya, of course I’m so nervous and excited! 🙂 Yup.. Baru semalam aku pulang dari obgyn keluargaku untuk checking my baby. Tepatnya di RS Bersalin Duren Tiga (Recommended Hospital!) bersama dokter paling HITS dan paling banyak pasien yaitu dokter Fachruddin, atau biasa dipanggil dokter Fach. 🙂 Beliau dapat dikatakan sudah “berumur”. Dengan rambut full cat Putih (as known as Uban 🙂 ) dan kerut di wajahnya, I can see that he is a senior Obgyn 😀 dan aku yakin dya pasti dah ngebrojolin berapa puluh ribu anak di Indonesia ini 🙂 So I trust him to control me and my baby during my pregnancy until “The Born Day” come 😀
Hmm… Singkat cerita, dr. Fach bilang skrg umur dede 33 Minggu. Dan setelah di USG, dede sehat 🙂 Alhamdulillah. Dan USG kali ini suamiku pengen liat kelaminnya dede, krn USG terakhir dya gak bs ngeliat pas cek kelamin. Dan emang belum berubah dari hasil USG sebelumnya, dede di perutku berjenis kelamin perempuan. 🙂 SUbhanallah ya, saat lihat kepalanya, tulang punggungnya yang dah berbentuk sempurna, kaki nya, tangannya, dan kelaminnya (of Course! jangan ngeresssss.. :D) Posisinya juga bagus. Kepala sudah di bawah. Tinggal emaknya aja nih kudu rajin jalan pagi supaya posisi tetep bagus dan kepala masuk tulang panggul. hehe Subhanallah…. Walhamdulillah.. Walaailaaha ilallah.. Huallahu Akbar.. USG membuat hubungan batin ibu dan anak bisa lebih dekat, krn sang Ibu merasakan kebahagiaan ketika bisa melihat anaknya tumbuh dengan baik di perutnya. Begitu katanya.. dan bener banget! Aku selalu kangen pengen cepet-cepet USG tiap bulan. KArena hanya dengan melihatnya, aku merasa bahagia.. :”) Dan suamiku pun begitu. Kalo ketinggalan USG karena gak bisa ninggalin kerjaan, pasti sedih. 🙂

So now, sudah 33 minggu. Artinya masuk 8 bulan lebih seminggu. Dan semakin mendekati due date. Kami mulai merancang apa aja yang harus kami persiapkan. Walau beberapa barang sudah tersedia, tapi tetep ajah dasar emak-emak pengennya jalan-jalan beli ini itu buat anak. hehe 🙂 Bissmillah aja.. We will give u the best we had, my baby girl.. :’)

Welcoming our first child makes us feel so blessful. Dan kadang gak sabar. hehe Tapi ada hal yang agak berat buatku saat-saat ini yang ngebuat aku kadang suka sedih. Coz i have to welcoming and to let go my both person I love the most at the same time.. 😦

Aku bahagia luar biasa menyambut kelahiran anakku, namun aku harus tegar nantinya merawat anakku sendirian, karena suami akan ditugaskan di negeri orang….

…………………….

……………….
….. (Speechless for a while)

 

But why? kenapa harus sedih?

okey i will explain here. Kalian tahu? Bahwa ditugaskannya suamiku di luar negeri ini bukanlah hal sepele yang sangat mudah kami gapai. Kami berjuang sejak awal menikah kemarin untuk membuat mimipi terbesar kami dari kecil  menjadi bagian dari masa depan kami, yaitu keliling dunia. hahaha.. terdengar simple banget dan “anak kecil” banget gak sih mimpi  kita berdua?

Tapi itu hanya terdengar simple, namun proses untuk mencapainya belum tentu semua manusia bisa! Sebelum kami bertemu dan menikah, kami sama-sama berjuang dengan cara kami masing-masing dan dengan proses yang berbeda. Suami sudah hampir berapa kali mau dikirim ke luar negeri dari sejak SMP, tapi entah kenapa selalu gagal di tengah jalan. Sampai dia pun akhirnya kesampaian pergi ke Jepang untuk kuliah dan bekerja selama setahun disana. Dan aku? Aku berjuang bener-bener selangkah demi selangkahhhh banget. bahkan tiap langkahnya kecil kali ya kalo bisa diliat 😀 Tapi aku gak pernah mundur selangkahpun! Bahkan aku tidak pernah merubah cita-citaku yang terkesan muluk-muluk itu. Aku berjuang dari segi akademis. Berani mengambil jurusan Hubungan Internasional di salah satu Universitas swasta di Jakarta, aku berjuang hingga lulus Strata 1 setelah 4 tahun. Kenapa jurusan HI? Karena menurutku, kalo mau keliling dunia, at least aku harus jadi duta besar. akhirnya aku kuliah HI deh hahaha 😛 Pemikiran yang dangkal kayanya ya? Tapi dalem banget buatku… :’) Dan aku juga sempet les bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur untuk mendalami bahasa favoritku itu. Agar suatu hari nanti dapat berguna kalau aku tinggal di luar. hehehehhee

Lalu bertemulah kami atas izin Allah di awal tahun 2011. Kami yang ternyata punya mimpi yang sama ini, akhirnya kompak berjuang pasca menikah. Pokoknya gimana caranya supaya suamiku bisa bekerja di Luar Negeri. Mulai dari apply lamaran, doa, shalat dhuha dan semua doa-doa kami fokus pada cita-cita kami ini. Bahkan sering kami menangis dalam doa. Saking dalemnya…  Dan sejak Februari 2012 sampai Oktober 2012 ini,akhirnya  kami mendapatkan apa yang mungkin banyak orang tidak dapatkan. FULL OF BLESSING!

Suamiku dilancarkan sekaliiii selama menjalani proses untuk lolos menjadi Local Staff Kementrian Luar Negeri, Mulussss.. hampir gak ada hambatan. SUbhanallah… Dan aku juga dikasi hamil cepet. Lagi-lagi rezeki. berupa anak di rahimku :’) Dan aku juga menjalani kegiatan bersama Hijab COmmunity Depok selama masa kehamilan. Mulai dari NOL. Aku hanya berusaha ingin keluar dari zona nyamanku yang santai sebagai Ibu Rumah Tangga biasa. Aku pun mencetuskan membentuk komunitas ini dan mengajak 7 orang kawan SMAku yang sekarang sudah berjilbab. Dengan alasan aku ingin punya kegiatan, tapi tetap bisa berdakwah di jalan Allah. Dan komunitasku pun disambut dengan sangat baik oleh masyarakat dan pemerintah Depok. Alhamdulillah…. Semua aku syukuri karena nikmat yang begituu banyak ini aku dapatkan hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun pernikahan kami :’)

Dan omong-omong soal keberangkatan suamiku nanti. Mungkin kalo negara dimana suamiku ditempatkan itu gak jauh-jauh banget kya Singapura, Malaysia, Australia, atau negara-negara yang gak jauh-jauh amat si aku gak sedih-sedih banget. Tinggal beli tiket promo ajah. Trus berangkat deh jalan-jalan disana. Balik ke Indo lagi juga ga masalaah.. Toh suami gak jauh-jauh banget hehe..

Lahhh iniiii…. Kalian tahu gak negara Kazakhstan??

nah suamiku akan ditempatkan disana dalam kurun waktu kurang lebih 2 Tahun. Negara itu termasuk Eropa Timur dan sebagiannya lagi masuk Asia tengah. Posisinya berbatasan langsung dengan Rusia, China, dan Uzbekistan, Deket Laut Kaspia. SUamiku akan ditempatkan menjadi Local Staff di KBRI yang berada di Ibukotanya yaitu Astana. Aku akan cerita lebih banyak tentang Kazakhstan pada  posting-posting berikutnya ya. Yang aku bikin sedih saat ini adalah, perkiraan waktu keberangkatan suamiku kemungkinan akan berdekatan dengan waktu kelahiran anakku. hiks.. 😦

Bayangin sodarah-sodarah, kalo aja suami harus berangkat bahkan sebelum aku melahirkan? Oh my… Aku pasti sedih bangetttt… Kalopun setelah melahirkan, tapi tetep aja sedih. Anakku bakal jauh dari bapaknya 😦

SO what i have to do now?

Gak lain gak bukan cuma bisa pasrah sm Allah, Sang Maha Pemberi Tempat. Sang Maha Bijaksana yang mengatur semua ini. AKu cuma bisa pasrah, karena aku tahu Allah pasti tau yg terbaik buatku, suamiku, dan terutama anakku..

Apa yang menjadi harapanku ke depan adalah, agar suamiku bisa tetap bekerja di Kazkahstan dalam waktu yang lama. Gak cuma 2 tahun aja. dan itu sangat memungkinkan kalo kinerja suamiku sangat baik untuk KBRI. Bisa 10 Tahun lebih malah atau seumur hidupnya. Dan tahun depan, aku dan anakku sudah bisa ikut pindah ke Kazakhstan dan tinggal disana. Amin Ya Rabbal ‘alamiin..

Sedih.. bukan berarti aku gak bersyukur. Aku bahkan makin cinta sama Allah ketika mimpi-mimpi kami mulai diwujudkan jd nyata sm Allah di tahun 2012 ini. Namun aku sadar, dalam mencapai sebuah mimpi besar, akan ada pengorbanan yang besar pula. Aku pun harus merelakan keinginanku yang selalu ingin berada di dekat suamiku. Insya Allah aku ikhlas…

Aku pernah posting tentang bagaimana perjuanganku mencapai mimpi (baca di sini). Aku memang seorang pemimpi. PEMIMPI BESAR. Pengkhayal Tingkat Tinggi. Aku pengen bisa kerja di Kemenlu suatu hari nanti. dan Allah mewujudkannya dengan cara lain. Suamikulah yang diterima kerja di Kementrian Luar Negeri saat ini. Allah mewujudkan mimpiku dengan cara yang berbeda. Aku merasa Allah mentakdirkan aku untuk mengurus anakku, dan tugas suami lah yang bekerja. Dan aku tetap bersyukur, ya Allah.. Terima kasih atas mimpi yang telah engkau wujudkan ini. Melalui suamiku yang luar biasa, dan dengan pemberian anak di rahimku ini. AKu sungguh sujud syukur padamu ya ALLAH. Aku tidak pernah menyangka akan seperti ini. MIMPIKU TERWUJUD.

 

Dear papahnya dede,

Selamat berjuang di negeri orang yah. Nanti qta skype2an ajah. Jangan lupa beliin mamah Ipon yah.. hehehe (teteuup..)

Aku sayang banget sm papah, dan dede juga pasti sayang bgt sama papah. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa kumpul lagi bertiga ya pah, seperti yang sudah kita rencanakan. Jangan menyerah ya pah.. Keep struggling to pursuit your dream. I know you are the best papah for dede, and the best best best husband for mamah.. We love you so muchhhh… :’)

Papah sudah menunjukan bahwa papah adalah sosok suami yang baik dan sholeh. Terima kasih atas segala kasih dan sayang papah. Dalam kesabaran papah menghadapi mamah selama masa kehamilan yang cukup ‘tough’ ini. AKu kuat karena ada papah disisiku selalu. Dan aku pun akan kuat walau papah nanti jauh. Aku akan merawat anak kita dengan baik.. Mamah janji pah……..

Mudah-mudahan tahun depan mamah dan dede dah bisa terbang kesana nemenin papah kerja. Jadi papah gak sendirian. Papah bisa main sm dede.. ya pah..

Papah tau mamah cengeng kan? Maafin mamah yang ga bs berhenti nangis ini sampe keberangkatan papah nanti. Tapi aku yakin ini cuma sementara. Nanti mamah pasti kuat. pasti… Demi anak kita.. Aku akan kuat…
Sampe ketemu lg nanti ya pah.. Ketika papah sudah bisa membawa masa depan mamah dan dedek menjadi lebih baik lg. Ketika papah dah bisa ajak mamah dan dede ksana dan kita keliling Eropa seperti yang kita impikan dari dulu.

Mamah Sayang Papah.. Till the end of my Life…

 

 

(Nangis deh akhirnya..)

 

_The End_

 

we love papah :*

#HCD Hijab Story: Dwina Arini and her Hijab

Bismillahirrohmanirrohim..

Depok, somewhen in 2002…

Ku lihat bayangannya di cermin besar berornamen  Jawa. Wanita itu terlihat anggun dalam balutan selendang hijau. Terlihat mengalir lembut di kepalanya, menutupi mahkotanya dan membentuk sebuah mahkota baru yang jauh lebih indah. Sebuah bros kupu-kupu menyempurnakan penampilan wanita itu.

“Mama, cantik deh..” ucapku pada ibuku, wanita yang sedari tadi ku perhatikan gerak-geriknya saat mengenakan kerudungnya.

Mama tersenyum padaku dan mengelus pipiku, “Kamu jauh lebih cantik dari Mama, sayang..”

Aku pun membalas senyumnya dan terbentuklah tekad baru dalam diriku.

 

Depok, Mei 2002

“Win, kamu mau masuk SMP mana?”tegur Papa padaku setelah pulang dari pengambilan raport dan ijazah kelulusan di SD Tugu Ibu, Depok.

“Nggak tau, Pa… SMP 3 mungkin, temen-temenku banyak yang kesana.”jawabku sekenanya.

“Mau di negeri? Nggak mau di swasta?”tanya Mama dari kursi belakang mobil.

“Mana aja deh. Yang penting SMP aku mau pake jilbab…”jawabku lagi.

“Kalau gitu, di SMP Nurul Fikri aja. Kan disana wajib pake jilbab, biar kamu juga belajar jilbab-an yang bener.”usul Papa.

“Yaudah.”kataku langsung mengiyakan usul Papa tanpa berpikir panjang.

                                *****************************************************

Itulah awal mula aku memakai kerudung, atau jilbab atau hijab yang menjadi sapaan akrab kain penghias kepala para muslimah sekarang ini. Ketika kelas 6 SD, ibuku memutuskan mengenakan jilbab. Aku terpana melihat ibuku, yang menjadi lebih anggun dan bersahaja ketika memutuskan mengenakan jilbab. Kain penutup kepala yang digunakan oleh ibuku selalu mengundang perhatianku bagaikan magnet. Semenjak itulah, aku bertekad untuk mengenakan jilbab secepatnya. Saat itu, aku sudah hampir lulus SD sehingga kupikir SMP adalah momen yang tepat untuk transformasiku.

Alhamdulillah, Allah SWT memberikanku hidayah yang sempurna saat itu. Diriku, yang ketika kelas 6 SD sudah mengalami menstruasi, seharusnya sesuai hukum Islam sudah wajib mengenakan jilbab. Alhamdulillahirobbilalamin, tidak perlu berlama-lama aku mengumbar auratku, Allah mengijinkanku untuk menutupnya secara sempurna. Cara yang Allah berikan dalam menyampaikan berkah hidayah-Nya kepadaku sungguh indah, dan itu baru kusadari belakangan ini. Begitu aku memutuskan untuk memakai jilbab, orang tuaku sangat mendukung dengan memasukkanku ke SMP Islam, yang tentunya akan menyempurnakan proses transformasiku. Sungguh, Dia-lah yang Maha Memberikan Hidayah dan Maha Sempurna.

Maka, jilbab menjadi pakaian wajib yang ada di lemariku saat itu. Aku bangga menunjukkan jilbabku pada semua orang. Hampir tiap pagi aku mematut diri di depan cermin hanya untuk mengatur jilbabku supaya terlihat pas dengan bentuk mukaku yang kotak. Subhanallah memang, jilbab menjadikan siapapun yang mengenakannya menjadi lebih anggun, bahkan untukku yang waktu itu baru menginjak usia remaja tanggung.(hehe, memuji diri sendiri sebenernya :p )

Ramadhan pertama di SMP kulalui dengan senang, karena ini Ramadhan pertama dengan penampilan baruku. Aku selalu bangga ketika bertemu dengan teman lama dan ia terkejut melihat penampilanku. Aku selalu tersenyum lebar ketika ada yang berkomentar, “Winaaaa, pake jilbab sekaraang? Waah, nggak nyangka..”. Aku selalu menganggap komentar itu sebagai pujian. Tak pernah terbersit sekalipun rasa malu kala itu. Dan aku pun bertekad kuat untuk setia mengenakan jilbab hingga ku mati.

Bahkan jilbab tidak kulepaskan saat aku mengikuti sebuah olimpiade paduan suara di Busan, Korea Selatan pada tahun 2002. Tidak ketika teman-teman SMP ku menanggalkan jilbabnya ketika di luar sekolah. Tidak juga ketika aku sudah lulus SMP dan memasuki gerbang SMA. Jilbab sudah menyatu dengan diriku, akan terasa aneh jika rambut ini tertiup angin karena tidak ada jilbab pelindungnya.

Tetapi, lingkungan memang menjadi pengaruh yang sangat kuat, apalagi di usia rentan seperti diriku kala SMA. Dengan tuntutan gaya hidup dan berpenampilan oleh teman-teman sebaya, aku mulai ragu dengan jilbabku. Aku mulai merasa jilbab ini menjadi tembok penghalang aku dan teman-temanku. Menjadi sekat yang menjauhkan aku dari kehidupan masa mudaku.

Maka, perlahan tapi pasti, aku mulai berani meninggalkan jilbab ketika pergi bersama teman-teman. Sekali.. dua kali.. jilbab hanya kugunakan sebagai passport keluar rumah, selebihnya ku lepas dan ku masukkan ke dalam tas.

Tapi lagi-lagi aku adalah hamba yang sangat beruntung, karena Allah SWT memberikanku hidayah lagi dan lagi. Aku mulai merasa tidak nyaman dengan identitas baruku sebagai gadis tidak berjilbab. Orang-orang mulai menggunjingkanku. ‘Munafik’ adalah kata pedas yang kudapat saat itu dan yang kemudian menyadarkanku bagai air dingin yang mengguyur badan di kala subuh. Maka aku pun menangis. Aku sadar aku sedang ditegur oleh-Nya. Betapa baiknya Ia mau menegur hamba-Nya yang sedang meninggalkan-Nya. Betapa hinanya aku sampai berani berpaling dari kewajibanku terhadap-Nya.

Maka kupastikan tidak akan lagi aku lepaskan jilbab ini dari kepalaku. Dan aku berjanji pada diriku, dengan jilbab di kepala, aku justru akan semakin berprestasi dan dihargai. Akan kubuang perasaan rendah diri karena jilbab. Sungguh pemikiran yang sangat keliru jika menyalahkan jilbab atas pergaulanku.

Sungguh kejadian ini memberikanku sebuah hikmah. Hikmah akan kesetiaan dan patuh terhadap yang Maha Setia, hikmah akan kecintaan terhadap ajaran dari Yang Maha Dicintai. Sesungguhnya, ketika orang-orang mulai membicarakanku, tentang sikapku yang melenceng, Allah SWT sedang menegurku agar kembali menjadi wanita yang Ia cintai. Wahai Rabb-ku, karena Engkaulah aku berhijab, dan hanya kepada-Mu lah ku serahkan segalanya. Sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya tempat kembali.

Dan Allah Yang Maha Baik lagi-lagi menunjukkan kemurah-hatian-Nya. Dia membantuku dalam menepati janji pada diriku sendiri. Selama perjalananku di SMA, berkali-kali mendapatkan kesempatan mengikuti perlombaan, seperti lomba debat Bahasa Inggris dan lomba paduan suara, mewakili SMAN 3 Depok bersama dengan teman-teman lainnya.

Pada tahun 2009 lalu, Alhamdulillah, aku berhasil menjadi Wakil II Mpok Depok 2009 dan menjadi satu-satunya pemenang yang mengenakan jilbab pada saat itu, bahkan dari tahun 2002, ketika awal pemilihan Abang-Mpok Depok digelar. Sungguh sebuah prestasi yang membanggakan bagi diriku. Aku bisa menunjukkan pada masyarakat luas secara nyata, bahwa dengan berjilbab tidak akan membuat kita jauh dari pergaulan dan peradaban. Justru dengan jilbab kita bisa mendakwahkan Islam secara kaffah atau menyeluruh. Alhamdulillah, rahmat Allah memang akan selalu menjadi hikmah dan pelajaran hidup yang tidak akan terlupakan. Terima kasih atas segala berkah dan karunia-Mu selama ini ya Allah, izinkan hamba untuk terus mendakwahkan agama-Mu di bumi ini, izinkan hamba untuk menjadi insan yang lebih bermanfaat bagi banyak orang dan sempurnakanlah akhlak-ku agar selalu bisa menjadi agen Muslim yang baik dimanapun aku berada. Aamiin ya Rabbal ‘alamin..

Itulah sedikit pengalaman saya selama 10 tahun mengenakan jilbab. Sebuah perjuangan yang setimpal dalam mendapatkan cinta-Nya, meraih jannah-Nya. Semoga kita semua selalu bisa menjadi wanita yang Ia cintai dan selalu dalam lindungan-Nya.. Aamiin.

                                                                                                                                Depok, 24 Juli 2012

Congrats to Dwina Arini 🙂 Mudah2an Bukunya bermanfaat ya, dan scarf dari Vania Scarfnya kepake.. 🙂

Syukron dah mau berbagi cerita bersama HC Depok.. :* Kiss

Wassalamualaikum Warohmatulloh…

Dengan kaitkata ,

Keajaiban Air Susu Ibu

Mungkin semua orang pada bingung kenapa gue sering ngetwit tentang ASI (Air Susu Ibu). Nge-follow account AIMI atau Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia  (@aimi_asi) dan Breastfeeding Supported Father account (@ID_AyahASI) . Dan sering berbicara tentang pentingnya ASI bagi anak-anak.

PADAHAL……………

Gue belon punya anak!  😀

hehehe ya ya ya.. Terserah aja kalopun ada yang bilang gue sok tahu atau gue kebelet KAWIN pengen punya anak. Hahaha yang penting ini semua gue anggep ilmu yang berguna buat gue, suami dan anak-anak gue nanti..

Ameera Andiska Putri.

Tau kan nama itu? Dia gue abadikan di postingan gue sebelumnya (Check di sini) Dia itu ponakan pertama gue. Dan dia ANAK ASI.

Maksud dari anak ASI adalah, sejak lahir hingga sekarang susu yang dikonsumsi Ameera adalah ASI. dari umur 1 hari sampai 6 bulan, Ameera sukses ASIX. ASIX adalah ASI Exclusive. Artinya sampai 6 bulan Ameera hanya minum ASI, tanpa makanan atau susu tambahan apapun. Dan ini adalah sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai Hak Anak, yaitu pemberian ASI exclusive sampai umur 6 bulan.Sampai sekarang Ameera udah mau umur 8 bulan. Dan udah MPASI, yaitu mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI, seperti bubur buah, bubur beras, dan makanan lain yang alami, bukan makanan kaleng dan bukan makanan bubur yang dijual-jual di supermarket. Bundanya rajin bikinin Ameera bubur yang dibuat kadang dari pisang, pepaya, beras merah, kentang, wortel dan lain-lain.

Melihat Ameera tumbuh sehat dan ber-body sekel begitu, pastinya gue pun ter-edukasi dengan melihat keseharian Ameera dan bundanya. Bunda Amee juga sambil ngajarin kenapa ASI itu lebih baik dari susu lainnya, juga kenapa jaman sekarang ini begitu berat memberi ASI eksklusif, karena iklan-iklan susu yang banyak di televisi terlanjur merubah paradigma banyak orang dan menggeser keprioritasan ASI ke level terbawah.

Sedih bukan? 😦

Gue sendiri melihat dengan mata kepala gue betapa hebat kekuatan ASI setiap Ameera sakit. Tanpa obat, antibiotik, atau Sanmol, Ameera mampu sembuh hanya cukup dengan diberi ASI. Kecuali untuk sakit parah yang tidak tertolong, mungkin akan perlu pihak dokter ya. Tapi kalo sakit anak biasa kya demam, pilek, batuk, itu cukup diberi ASI aja bisa sembuh! Kalo gue simplenya mikir gini,

“Ya iya lah ASI lebih baik kemana-mana, wong ASI itu ciptaan Tuhan. Keluarnya aja dari tubuh manusia yang gak lain gak bukan adalah ciptaan-Nya. Pasti jauh lebih baik dari susu yang diproduksi oleh pabrik-pabrik buatan manusia.”

Simpelnya sih gitu aja…

Dan buat gue informasi tentang ASI ini penting banget buat seluruh perempuan di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Sadarlah bahwa kita ini sudah diciptakan sempurna secara fisik. Kita punya ASI yang merupakan hak anak kita untuk dikonsumsi. ASI yang sudah sangat sempurna untuk bayi manusia, tidak tertandingi oleh produk susu manapun di dunia. Support-lah iklan ASI untuk dapat diputar di TV setiap hari seperti iklan susu lainnya. (iklan ASI bisa dilihat di sini Alhamdulillah baru-baru ini sudah mulai tayang di MetroTV)

Buat gue yang belum menikah, amat sangat penting informasi seperti ini untuk gue ketahui karena taruhannya adalah masa depan anak kita nanti. Salah-salah menyerap informasi, maka kita akan terus menghancurkan generasi kita selanjutnya. Edukasi seperti ini bukan hanya untuk seorang ibu, calon ibu, atau yang mau menikah, tapi edukasi ini penting juga untuk para laki-laki, baik yang mau menikah ataupun tidak, buat orang tua yang sekarang dah pada jadi nenek kakek, mertua, baby sitter, tante, om, adik, kakak, semuanya harus ikut di-edukasi mengenai hal ini. Karena ini menyangkut paradigma hidup yang harus ditanamkan dengan benar. Pengaruh iklan pada media-media massa belakangan ini sangat mudah mempengaruhi alam bawah sadar kita. Dan kita terpengaruh untuk membeli produk-produk mereka karena iklan-iklan tersebut dikemas dengan terlihat menggiurkan. Padahal seharusnya kita harus bisa lebih cermat lagi dalam memilih produk apa yang baik terutama untuk anak kita sendiri.

LEBAY YAH?

Tunggu duluuuu… sebelum nge- judge, baca dulu artikel dibawah ini.

Ada sebuah cerita nyata yang terjadi di Islamabad. Berita aslinya bisa dilihat di sini. Namun gue akan memaparkannya juga di postingan gue kali ini. Ini ceritanya:

Kisah Legendaris Bayi yang Diberi ASI dan Tidak

Jakarta, Tidak paham soal ASI dan kesetaraan gender membuat pasangan bayi kembar beda jenis kelamin harus mengalami kisah tragis. Ibunya merasa tidak mampu menyusui keduanya dan akhirnya bayi perempuan mati karena hanya diberi susu formula.

Kisah ini terungkap dalam sebuah foto lama yang pernah dipublikasikan oleh UNICEF, badan PBB yang mengurusi nutrisi pada anak. Meski sudah lama dipublikasikan, foto yang diambil tahun 1991 ini sangat melegenda dan selalu dipakai dalam berbagai kampanye pemberian ASI.

Selengkapnya, foto tersebut menggambarkan seorang ibu di Islamabad yang sedang menyusui sepasang anak kembar. Bedanya, bayi laki-laki disusui langsung dari puting si ibu sedangkan bayi perempuan yang kondisinya kurang gizi hanya diberi susu formula dari botol. Sehari setelah diambil fotonya oleh UNICEF, bayi perempuan itu meninggal.

Konon bayi perempuan itu tidak mendapatkan ASI karena beberapa faktor, salah satunya karena salah informasi. Sang ibu diberi tahu oleh kakak iparnya bahwa payudaranya tidak memproduksi ASI yang cukup untuk kedua bayinya, sehingga hanya salah satu yang bisa disusui.

Ketika itu si ibu yang memang tidak diungkap namanya itu tidak tahu, bahwa produksi ASI juga berhubungan dengan aktivitas menyusui. Semakin banyak dihisap, payudara akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI sehingga sebenarnya sangat jarang ada kasus produksi ASI tidak mencukupi.

Ketidaktahuan berikutnya adalah bahwa sang ibu tidak harus menggantinya dengan susu formula. Jika memang ternyata produksi ASI tidak cukup karena gangguan tertentu, ia bisa menggunakan jasa orang lain untuk menyusui atau dalam Bahasa Inggris disebut seorang wet nurse.

Pemberian susu formula untuk seorang bayi sangat tidak dianjurkan, khususnya di lingkungan yang tidak bersih seperti tempat tinggal si ibu tersebut di Islamabad. Air yang tidak bersih bisa membunuh bayi ketika dipakai untuk melarutkan susu formula.

Faktor lain yang membuat bayi perempuan tersebut meninggal karena tidak mendapat ASI adalah ketidaksetaraan gender. Di banyak tempat di dunia, anak perempuan dianggap lebih rendah derajatnya dibanding anak laki-laki sehingga lebih sering dikorbankan.

Dalam hal ini, si ibu memilih menyusui bayi laki-laki dan hanya memberikan susu formula kepada bayi perempuan karena ingin memberikan yang terbaik bagi bayi laki-lakinya. Bukan cuma saat bayi, hingga dewasa kaum perempuan sering terpinggirkan oleh sistem patriarki yang menganggap laki-laki lebih tinggi derajatnya.

Foto ini memang foto lama, namun kisahnya akan tetap menjadi legenda yang selalu mengingatkan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi. Kalaupun terpaksa memberikan susu formula karena kondisinya secara medis tidak memungkinkan, pastikan air yang digunakan matang dengan sempurna sehingga bebas dari kuman.

“Gunakan foto saya ini jika memang bisa membantu. Saya tidak ingin orang lain melakukan kesalahan yang sama,” pesan ibu si kembar seperti dikutip dari Unscn.org, Selasa (13/12/2011).
(up/ir)

Hmmmmmmmmmmmmmmmm….

Sedih gak sih? 😦

Apa masih kurang bukti?

Untuk informasi lengkap mengenai ASI mungkin bisa tanya-tanya sama pihak yang lebih berkompeten. Silahkan tanya-tanya sama konselor ASI. Bisa dicari infonya  di website AIMI http://www.aimi-asi.org atau Website AyahASI http://www.ayahasi.org. Atau foolow account twitter mereka. Mereka gak sungkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar ASI. 🙂

Jangan lupa guys, bahwa anak-anak kita adalah penerus bangsa. Apakah nanti Indonesia bisa menjadi lebih baik? itu semua tergantung pada kita sekarang. Dimulai dengan bagaimana kita membesarkan anak kita. Menurut sumber yang pernah saya baca, IQ anak ASI lebih tinggi loh dari anak Susu formula. So, mari cerdaskan generasi penerus kita dimulai dengan memberikan ASI dimulai sejak mereka lahir ke dunia. 🙂 InsyaALLAH…

Semoga bermanfaat.

Wasalamualaikuummmm…

Dengan kaitkata ,

Birthday Girl: Dikerjain Salah Sambung GenFM!

Bermula dari sebuah ide gila yang gue ungkapkan sendiri, pada akhirnya berimbas balik ke gue.

Yak, mungkin itu lebih tepat untuk menggambarkan awal dari kenapa kemaren gue dikerjain abis2an. Mungkin kalo dijadiin peribahasa,

Air Beriak Tanda Tak Dalam.

eh salah,,,

Tong Kosong Nyaring Bunyinya..

………………………

-_____-‘

aneh!

bukan2..!

Ah begitulahhhhhhhhhhhh… (gak ngerti peribahasa.. -___-‘ )

Di hari ulang tahun gue kemarin, 22 nov, gue tu lagi sakit, tepar di rumah. Tapi kenapa mereka tegaaa.. kenapaaaaaaaaa…. kenapa kalian memilih gueeeee?

Sebenernya ide ngerjain lewat Salah Sambung Gen FM itu harusnya buat Novan! tapi kenapa mereka malah menggunakan ide gue itu untuk ngerjain gue?? What the.. *Sigh

Jadi begini, gue disini hanya ingin mengklarifikasi bahwa disitu gue gak nangis. (sumpah..) Hampir nangis sih, cuma langsung terlintas secepat kilat dalam benak gue, “INI ON AIR DIKA. JANGAN NANGIS.. TENGSIN DIKA, TENGSIN!”

Karena itu disitu gue gak nangis. EFEKNYA GUE NAHAN NANGIS… gue gemeter sejadi-jadinya selama tiga jam kedepan. -__-‘ Koronologis nya sebenernya panjang itu. Mereka nelpon hampir 15 menit!  Dan emosi gue bener2 dibuat naik turun.

Pertama ada telpon masuk:

“Hallo…”, suara cowok terdengar disana.

“Assalamualaikum..”, saut gue dengan suara seksi. (ehem..)

“Hallo, ini dengan dika?  Saya dengan Bapak Agus mba. Dari Gedung Pandan Sari.” Si Agus, a.k.a Kemal.

“oh iya bapak…”, saut gue lagi.

Trus dia nyebut tanggal nikah gue, dan bener.! Trus dya nanya siang apa malem. Gue bilang siang.

“Begini mba, saya mau mengkonfirmasi bahwa pada tanggal tersebut, gedung akan dipakai untuk acara KWARNAS, dan yang menghadiri adalah Bapak Presiden langsung.”

“Ha… apaan tuh KWARNAS?”

“Itu loh mba acara pramuka…”

“………….”

Gue mulai curiga.

Lanjut Agus, “Jadi mba mohon maaf ya mba, ini permintaan dari bapak presiden langsung. Jadi bagaimana kalo pernikahan mba diundur jd malem ajah?”

“Wah.. kok gitu sih mas.. Gini ya mas, saya kan berurusannya bukan sm mas, jadi..”

Langsung dipotong Agus, “Iya mba,mba berurusan dengan bu mimin kan?”

Jleb. Kecurigaan mulai ilang. kok dya tau bu mimin??

“Iya mas..”, Gue bilang.

“Saya ini atasannya mimin. jadi saya yang bertanggung jawab. Jadi mba gak usah deh nyari2 bu Mimin, Memen, Momon, atau apa itu..!”

Si AGus mulai nyolot. Sedikit tersirat hasrat mau nyamperin ke gedung trus ngegorok si Agus. Arrrghh….

“Yaudah gini aja deh mas, saya kan punya hape bu Mimin, saya nnti lngsng telpon bu mimin aja, atau saya ke gedung aja deh sekarang. gimana?”, dah rada emosi gue tuh.

“Kamu ngapain nelpon bu mimin? Saya ini atasannya!”

“…………………….” Gue diem.

“Nah, ni ada nih, asistennya bu mimin..!”

Setau gue, seumur2 bu mimin kyanya ga punya asisten deh. dan gue langsung ngomong gitu ke dya. Eh dya nyolot! -____-

Nah terus ngomong deh tuh si asisten bu mimin, Sulis a.k.a  si TJ!

“Hallo mba.. iya begini loh mba jadi.. bla.. bla.. blaa……”‘ TJ ngejelasin panjaaaaaang banget rada lama tuh, kenapa gedungnya dipake, kenapa mendadak, pokoknya lengkap banget dah.. Nah yang paling malesin adalah pas TJ ngomong,

” Jadi gimana mba? mba mending pindah aja lokasinya jangan di gedung. Pindah ke lokasi yang di taman-taman itu loh mba. Yang biasa buat syutiing..”

“Hah??? emang kalo hujan situ mau tanggung jawab?”, Sambil nahan pengen nangis.

“Ya gak sih mba kita gak tanggung jawab, yang tanggung jawab ya Yang Maha Kuasa..”, Sambil cengengesan si Sulisnya.

Makin pengen nangis, “Yaudah deh mba saya ksana aja sekarang. Biar jelas gitu loh mba jangan lewat telpon gini…”

“Yaudah nih ada nih Bu mimin baru dateng… nih ngomong langsung deh..”

Tiba-tiba menyautlah suara paling “awkward” di dunia. Bu Mimin a.k.a Kemal!

“Halooooooooo…. Dika yaaaaa…”

Suara yang sangat teramat sangat cucok bow alias Banciiii….

“Ihhhhhhhhhhhh…..” gue langsung jijay. “Ini bukan bu mimin nih! Bu mimin suaranya ga kaya gini kaleee..”

“Ya ampuun.. ini mimiiin… mimiin dikaaa… masa ga tau sii…” Suaranya makin bikin gw pengen ngakak.

“haha bukan nih bukan.. siapa sih nih? Ni ngerjain gue ya????”

“Ya ampuun ini miminn… MIMIN, MIMIN PERGI KE PASAAAARR…”

-______________________-‘

‘Anjrit. Gue dikerjain’

lanjut si mimin abal2, “Ini dika kan.. DIKA, DIKADALIIIIIIIIIIIIIIN…..”

Hoek. Pusing. Pengen Muntah.

GUE DIKERJAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN.. ARRRRRGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH…

“Ini siapa gak? ngakuuu!”, Mulai curiga kalo ini emang gen FM, Acara Salah Sambung yang hampir tiap hari gue denger dan ngetawain orang dikerjain sm Kemal TJ. Tapi masih berharap bukan. Please bukan…! Muka gue mau ditaro dimanceeeeeeeeeeeee……

Dan keluarlah kata2 andalan Kemal TJ, “Dan dika masuk salah sambung di… GEN eF eMMMMMMMMMMMMMM……”

“Astaghfirullah.. Astaghfirullah… Astaghfirullah….” Langsung istighfar 3 kali, berharap Kemal ama TJ nginjek kotoran burung ato apa kek sepulang ngerjain gue..

“Hhuuaaaaa Kemalllll TJ Gue dah mau nangis tauk.. “, Air mata gue hampir saja jatuh.. tapi gue tahan-tahaaaaan ajah.. huaaaa….

For Your Information, gue emang paling panik dan emosi kalo ada sesuatu yang dah fix, dah beres, tiba-tiba ter-cancel, diundur, atau gak jadi. So, pemilihan tema “Cancel Gedung” ini bener-bener ye bikin gue keki abis. Panik duluan yang ngebuat gue gak berpikir jernih. Logikanya, Pak presiden mau pake gedung buat acara pramuka? kaya gak ada gedung laeeeen ye pake gedung kawinan segala.. -___-‘ harusnya gue gak panik. HARUSNYA. Tapi Kemal ama TJ bener-bener dah, bikin orang naik turun emosinya tu jago abisss. Padahal gue pernah bersumpah, Gue Dika, gak bakal kena sama salah sambung Gen FM karena hampir tiap hari gue dengerin tuh salah sambung. Ternyata sodara-sodara.. TEORI GUE SALAH.

arrrrrrrrrrrrrrrgghhhh………………………..

Dan gue dah bisa langsung nebak ni kerjaan siapa. Kemal nyebut nama “Anggi (kakak gue), Izna (Sahabat gue), dan Adhi (Casu gue).” Sekaligus mereka mendapat dukungan dari orang dalem Gen FM, temen gue sendiri si DIKA GENDUT! yang telah berhasil membujuk orang Gen untuk ngerjain gue tepat di hari ulang tahun gue.. *Sigh*

MAKASIH YA..

Kalian dah buat gue gemeter kemaren. Pertama, karena kepanikan Cancel Gedung yang ternyata boong, dan kedua, gue ngobrol langsung sm dua orang yang gue idola-in banget KEMAL DAN TJ! huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..

And after that, finishing touch nya indah banget yah. Malem-malem tiba2 pada kerumah dateng bawa dua kue tart dengan disambut gue yang hanya dengan kaos oblong (bolong lagi) plus celana tidur punya Izna yang gambar teddy bear, dengan muka bantal. hmmm…….. maknyus sekali sodara-sodara.. Kalian telah mengerjai saya dengan semua ini. Mungkin bener kata si Mimin Pergi ke pasar tadi,

Gue DIKADALIN.. hah!

Dan gue pun mulai mendapat mention-mention dari temen-temen gue di  twitter. *makin merasa dikadalin*

Dan gue pun mulai membaca satu persatu komentar-komentar orang di twitter. Yang paling gue gak terima adalah komen:

@kemalbunder Hahahaha makasih pak budjel :)RT @bbbudjel: Ngakak total! Dngerin ‘salah sambung’ @kemalbunder suaranya Bu Mimin. Hahaha cucok gilak lo mal!

WHAT?

CUCOK??  -_____-

Kalo cucok mungkin gue gak bakal tau kalo itu adalah bukan bu mimin.

Dan lagi-lagi ini:

@987genfm:  Wah, SALAH SAMBUNG baru nih, ada Dhika yang udah ngebet kawin, malah dikerjain! Wooo-aaa!

*Adminnya minta gue golok*

Yahhhhhhhhhhhh demikian klarifikasi gue. Jadi puhleaseeee… Stop dengerin Gen FM hari ini, tanggal 23 November 2011.. yah yah yahhh.. hari ini ajah..! masalahnya diulang-ulang terus.. -__- *ngarep gak didenger khalayak banyak*

And this is the pictures of last night:

Thank you for iyank, ayah novan, Bunda Ameera and Ayah Ameera, Ayah, Adhi chan (My Casu yang gokil), Golda, Retna, dan segenap keluarga besar Gen FM yang udah ngebuat 22 November 2011 kemarin sangat berwarna! 🙂 kalian gokilllllllll… I am nothing without you lah…..!  Luv u ALL…

Dengan kaitkata , , ,