Tag Archives: Life

About Happiness

Just share..

Kadang ketika kita melihat pencapaian-pencapaian atau keberhasilan seseorang, kita langsung merasa ingin sekali bisa seperti dia. Ingin bisa sukses juga. Ingin berhasil juga. Rasa iri gundah melanda diri saat melihat orang lain lebih sukses dari kita.. Tapiiiiii………….
tapi kita tidak mau berusaha sekeras dia. Berdoa sebanyak dia. Berikhtiar setekun dia. Dan bangkit sekuat dia. Lalu bagaimana bisa??

Karena dalam setiap pencapaian atau keberhasilan seseorang itu ada jerih dan payah. Ada keringat ada airmata. Pernah jatuh dan sering gagal. Proses menuju keberhasilan itu tidak mudah. Saya sendiri jika melihat seseorang sukses menggapai cita-citanya, dalam hati saya menangis terharu dan bahagia. Karena dalam fikiran saya langsung tervisualisasi gambaran bagaimana perjuangan mereka sebelum mereka seperti sekarang. Saya bisa melihat air mata dan rasa sakit luar biasa yang mereka hadapi sebelum mereka berdiri dengan bangga ditempat mereka berada sekarang. Saya bisa melihat jatuh bangun mereka di dalam senyum mereka yang sekarang. Masha Allah.. :’)

Karena apa?

Karena saya pernah di posisi mereka.

Saya pernah, jatuh, bangkit lg. pernah ditempa dengan cobaan-cobaan yang berat dari lingkungan terdekat. Pernah diremehkan! Dicaci.. Dimaki.. Dijatuhkan.. Direndahkan.. Ditinggalkan.. Dan hal menyakitkan lainnya. Yup.. Ini fakta. Bukan dibesar-besarkan.

Setelah semua yang saya lewati itu, I feel like I’m getting Stronger.. Bukan si Lemah yang mudah menangis seperti dulu. Bukan si Pesakitan yang gampang sakit setiap merasa sedih. Juga bukan manusia yang bisa diperlakukan buruk lg oleh smua orang! I’ve proved that. Dan saya bangga saya telah melewati itu semua.

Eitss jangan salah. Sampai akhir nafas kita pun, kita akan selalu menghadapi yang namanya cobaan hidup. Jadi bukan berarti setelah kita sukses, kita bisa hidup semaunya. Saya sendiri tidak bilang hidup saya sukses. Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya berhasil. Saya berhasil mendekati mimipi-mimpi saya yang tinggi. Yes.. Baru mendekati.. Karena keliling dunia kan belom :)) Dalam hidup yang saya jalani sekarang banyak juga cobaan-cobaan, yang pastinya semua orang yang follow instagram saya, path saya, twitter or facebook saya pastinya ga pernah tau bagaimana kesedihan dan saat-saat galau saya selama tinggal di negeri orang sekarang. Karena prinsip saya, buat apa kita share kesedihan, keterpurukan, galau, dan hal-hal negatif lainnya? I only wanna share my happiness. Karena apa yang kita share itu bisa mempengaruhi mood orang lain. Kalau kita bagi kebahagiaan, otomatis yang tau pasti akan ikut bahagia (kecuali orang-orang pendengki -orang yang tidak pernah senang melihat orang lain senang-) ..
Kalian tidak tahu kapan saya menangis kan? Apa kalian tahu bagaimana beratnya waktu saya beradaptasi dengan udara disini? Pada bulan pertama saya pernah alergi seluruh badan bentol-bentol karena pengaruh udara disini yang jauh lebih dingin dibandingkan di Indonesia. I was crying Every night in 2 days. Dan saya makin sedih karena saya tidak tahu harus makan obat apa dan beli dimana (secara baru nyampe dan belom bisa kemana-mana karena belom bisa komunikasi dengan bahasa rusia). Dan apa kalian tahu bagaimana saya menangis saat bibir saya pecah-pecah dan tangan saya perih karena udara dingin disini yang belum bisa ditoleransi oleh tubuh saya? Apa kalian juga tahu bagaimana saya menangis saat pertama kali mengahadapi wajan, centong, kompor, dan peralatan dapur lainnya padahal saya tidak bisa masak? Keadaan memaksa saya untuk bisa masak. Karena tidak mungkin kita bisa makan kalau saya (istri) tidak mau masak. Yup, my life is fill of struggled everyday! Itu baru 3 cerita yang paling simple. Tiga cerita perjuangan saya hingga akhirnya saya berhasil melewati itu semua. Tapi itu semua gak penting untuk saya bagi ke temen-temen semua. Karena saya hanya ingin berbagi kebahagiaan. Karena kebahagiaan saya adalah ketika saya bisa membawa senyum di wajah orang-orang yang saya sayangi..

Talking about Happiness, yes I’m happy now. I’m happy because I’m so grateful that Allah gives me this beautiful life. Jatuh bangun itu normal. Yang gak normal yaitu yang menyerah menghadapi itu semua.

Don’t regret what was happened in your past, coz it makes you who you are now.. 😊

So, this is my short story about my life here. Semoga bisa diambil manfaatnya dan dibuang mudharatnya.

😉

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh..

20140128-001522.jpg

By the way, I still love snow and the cold it brings here ❄⛄❤😘

Iklan
Dengan kaitkata , , , , ,

Kali ini aku ingin bercerita..

 

Kali ini aku ingin bercerita..

*tumben dik*

iya nih.. 🙂 Hari ini entah kenapa begitu banyak cerita..  Dalam diamku di rumah karena harus istirahat banyak dan menjaga kehamilanku, tapi tetep aku berkomunikasi dengan banyak orang hari ini.  Dan banyak mendapat cerita dan “curhat” dari orang yang sebenarnya inti yang kutangkap sama. Yaitu tentang makna “Hidup”.

What is the meaning of “LIFE”?

untuk apa sih kita ini hidup? di dunia lagi. Kalo emang ada surga kenapa Tuhan gak nempatin kita di surga aja?

Kenapa harus ada cobaan?

Kenapa Tuhan ciptain musibah kalo emang Tuhan sayang sama kita?

Kenapa?

Mengapa?

dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang pasti tidak berhenti berputar di kepala kita.

balik lagi.  What is the meaning of “LIFE”?

 

Kalo orang ngasi pertanyaan itu ke aku, akan ada banyak jawaban. 😀 Aku akan coba jabarkan satu persatu dengan sedangkal-dangkalnya ilmu yang kupunya. Mohon maaf kalo ada perbedaan persepsi ya. It’s just my opinion.

 
LIFE  IS PRAY

Kenapa Hidup adalah ibadah?

“Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku” (Adz Dzariyat : 56)

Wahai sekalian manusia beribadahlah hanya kepada Allah yang telah menciptakan kalian dan orang orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa (Al Baqarah : 21)

 

Sebagai pemeluk agama Islam, tentu pedoman pola fikir dan prinsip hidup ku adalah kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an. Kembali lagi kepada awal dari penciptaan diri kita. Siapa sih yang nyiptain kita? Allah Subhanahuwata’alla. Tuhan Semesta Alam.  Yang Maha Berkuasa. Maha  Besar. Dia yang menurunkan wahyu Nya dalam bentuk ayat-ayat suci yang indah dan tegas, dengan tingkat kesusastraan yang Maha Tinggi, yang sastrawan tersohor manapun di belahan dunia ini tidak ada yang bisa menandingi tingkat bahasa ayatullah di dalam Al-Qur’an. Maka jika ada yang mempertanyakan makna hidup ini, silahkan kembalilah kepada Al’QUr’an. Yang semua sudah diterangkan dengan jelas, kepada mereka yang memiliki akal dan mau berfikir. Kita ini, Manusia, diciptakan ya untuk beribadah kepada-Nya. Jin pun demikian. bahkan Tumbuhan dan hewan semua tunduk pada-Nya. Apakah masih ada umat muslim yang meragukan Al-Qur’an? Telah terang dijelaskan bahwa kita ini diciptakan ya untuk beribadah. Masih banyak ayat yang menyebutkan tentang ibadah.  (sila baca Al-Qur’an masing-masing aja uuntuk lebih lengkap nya yaa.. drpd disimpen aja di lemari ;))

Karena itu aku bilang pada urutan pertama, bahwa hidup itu Ibadah. Kalo kamu menemukan dirimu kebingungan dan mempertanyakan apa sih artinya kamu diciptain ke dunia? apa artinya kamu hidup?  Ingat-ingatlah hal ini nomor 1. Kalau kamu mendapati dirimu tidak beribadah, maka kamu itu tidak menghargai hidup. 🙂 Simple bukan?

 

LIFE IS LEARN

Kenapa hidup adalah belajar?

Sejak mbrojol dari perut ibu kita, dari cuma bisa nangis, kemudian tertawa, tengkurap, duduk, merangkak, hingga bisa bicara dan berjalan, apa itu semua bisa kita lakukan tanpa kita belajar?

Insting manusia itu sudah ada dari sananya untuk mau belajar. 🙂 Jadi sampe kita tua pun harus terus mau belajar. TIngkat pelajarannya pun semakin lama semakin sulit. Lama-lama kemauan belajar berbenturan dengan sifat-sifat alamiah manusia seperti malas berfikir, kikir, egoisme, dan lain sebagainya. Kebanyakan manusia dikalahkan oleh sifat-sifat tersebut. Dan pada akhirnya mereka jadi tidak mau belajar. Kalo kamu mempertanyakan apa sih esensi hidup ini? ya belajar. Kalo kamu mendapati dirimu merasa sudah paling pintar, sudah tidak butuh belajar, maunya nongkrong aj, atau main gaple, atau heng ot2 aja, dan terbersit dalam hati, “Ah, gak perlu belajar. gw jg dah bisa semua.”  Itu artinya sama saja dengan kamu “mengkhianati” esensi Hidup. SO, you should think again and again ya..

 

LIFE IS STRUGGLE

Hidup itu perjuangan.

Hmm.. kaya lagu ya? tapi ini benar adanya. Hayoo siapa yang masih berfikir hidup ini seharusnya mudah? that’s swallow minded..

Kalo kita lagi desperated, galauuuu, stress dgn sekeliling kita, atau mentok pada satu titik dan merasa jenuh, kita selalu dann selaluuu menyalahkan “keadaan”. iya kaaan? jujurrr.. hehee

Padahal Allah berfirman,

“Dan sesungguhnya Allah tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran: 32)

“Sesungguhnya Allah tidaklah berbuat zalim walau seberat semut yang kecil.” (An-Nisa: 40)

Lalu kenapa ya Allah aku menderita beginiii?

Kenapa aku harus diputusin sama pacarku ya Allah..? kenapa Engkau tegaa?

Kenapa aku lihat si dia kok bahagia banget dan berkecukupan, sementara aku cuma pas-pasan begini ya Allah? kenapa sih ya Allah kok gak adil?

Yaaaa muncullah kalimat-kalimat itu dalam hati,  cenderung jadinya menyalahkan Allah. 😦

Just don’t! and never think like that. Coba kamu fikir, Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya melainkan kitalah yang menzalimi diri kita sendiri. Lihat orang-orang yang menindik pusarnya, menindik hidungnya, menindik bibirnya atau lidahnya agar terlihat keren atau bahasa Jawanya “Cool”. 😀 Dengan bermacam gaya dan jenis besi-besi yang menembus dagingnya sendiri. Apa pernah Allah perintahkan itu di Al-Qur’an? Tidak. Lalu mengapa banyakyang rela menindik-nindik tubuhnya? Padahal pasti rasanya sakit. huhuhu.. Ya. Manusia memang senang menzalimi dirinya sendiri.

Kenapa diputusin pacar malah nyalahin Allah? emang siapa suruh pacaran? Emang ada diperintahkan di Al-Qur’an? Tidak. 🙂 So, kalo putus ya berkaca pada diri sendiri. bukan menyalahkan Allah. Simple bukan?

Kenapa melihat kehidupan orang lain lebih baik, kita bilang Allah gak adil? Coba bandingkan sama yang tidur di kolong jembatan. Apa yang ada di otak mereka melihat kita yang masih bisa tidur dibawah atap rumah yang layak? Walau masi punya orang tua, tapi hidup kita jauh lebih enak dibanding mereka. 🙂 SO, kenapa harus nyalahin Tuhan?

Siapa yang menzalimi siapa, kawan?

JAdi hidup ini perjuangan. Perjuangan melawan cobaan hidup. Perjuangan melawan musibah-musibah tak terduga. Bahkan perjuangan melawan diri kita sendiri! untuk bisa hidup, butuh perjuangan.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

 

Jadi berjuanglah untuk merubah nasib mu sendiri. 🙂

 

LIFE IS UNPREDICTABLE

Yesterday is past. Today is hope. Tomorrow is a mystery.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. bahkan sedetik berikutnya setelah detik saat ini, apakah kita akan mati? atau terus hidup? Who knows? except Allah Subhanahuwata’alla.

Kemarin adalah masa lalu.

Hari ini adalah harapan.

Besok adalah misteri.

Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Itulah hidup. Intinya jangan sia-siakan hari ini karena hari ini adalah harapan. CIptakan harapan agar punya tujuan hidup. Dengan punya tujuan hidup, kamu akan selalu memanfaatkan hari inid engan efektif dan kamu akan sangat menghargai waktu.

Jika kamu marah sm Allah tiba-tiba orang yang kita sayangi meninggal 1 jam setelah kamu bercengkrama dengan dia, itu berarti kamu tidak memanfaatkan benar-benar harapan yang ada. Don’t waste your time!

 

LIFE IS THANKFUL

Hidup dalah bersyukur.

Bersyukur hari ini masih bisa bernafas. Karena diluar sana ada yang memancang bendera kuning di depan rumahnya. Bersyukur hari ini bisa makan nasi 3 kali sehari. Diluar sana ada yang mengais-ngais tempat sampah demi sebatang roti. Bersyukur hari ini bisa bertegur sapa dengan mama papa. Diluar sana banyak anak yatim piatu yang berharap punya keluarga lengkap. Bersyukur hari ini dagangan laku walau sedikit. Diluar sana banyak yang susah payah, upahnya hanya 500 perak. 😦

Bersyukur. Menjadi penutup dalam definisi saya mengenai hidup. PAda akhirnya, manusia memang harus bersyukur dan bersyukur terus. 🙂 Agar bisa lebih menghargai apa yang kita punya hari ini.

 

Yak kesimpulannya adalah, kamu benar-benar akan merasa hidup jika kamu: Beribadah, belajar dan berusaha, dan memiliki harapan (tujuan hidup) lalu bersyukur. 🙂 Itulah esensi hidup menurut saya. Apakah kalian sudah merasa memiliki semua elemen itu?  So, apa menurut kamu arti hidup? Ini pendapatku. kalau kamu? 😀

Syukron. Trima kasih sudah mau mampir baca tulisan saya yang masih sangat jauh dari kesempurnaan. Jika punya saran dan kritik, di comment ajaaaa.. 🙂

Wa jazaakillah khairan.

 

Wassalamualaikum..

Dengan kaitkata , ,