I (Still) Love My November

Fiuuhhhh…

Finally… Soon I’m gonna meet my month..

NOVEMBER

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, menyambut bulan November selalu menjadi satu kebahagiaan untuk ku. Bulan yang selalu kurindukan, karena hampir tidak pernah tidak bahagia di bulan itu.  Selalu terisi dengan hal-hal yang menyenangkan, dan dikelilingi “surprise” dari orang-orang terkasih. Tepatnya di 22 November aku bertambah umur. Merunut kebelakang, di hari Minggu, pada tanggal itu aku terlahir ke dunia. Umurku sekarang  hampir seperempat abad. Gak nyangka yah..🙂 secepat inikah hidup di dunia?

November selalu tak terlupakan bagiku. Tahun lalu begitu indah. Tahun sebelumnya… hmm lupa. hehe tp pasti juga indah.. Dan tahun-tahun dibelakangnya. Alhamdulillah selalu full of blessing. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak kita syukuri. Walau memang terkadang ada hal-hal pahit dan menyedihkan. Tapi hidup terus berjalan dan kita tidak diberi waktu oleh Tuhan untuk terus meringkuk dalam keputus asaan. Kita harus terus maju dan melihat ke depan. Membuka mata melihat anugerah Tuhan dibalik semuanya. ALhamdulillah aku diberikan anugerah dengan pola fikir yang berfikir terus ke depan. Fokus dalam menata masa depanku di dunia dan akhirat.  Dan saat inilah.. Detik-detik yang mendebarkan, dimana aku akan segera melihat penolong masa depanku.. yaitu anak yang ada di rahimku ini :’)

November menjadi bulanku selama 25 tahun ini, dan sekarang, juga akan menjadi bulan anakku. Masa depanku.. Buah hatiku dan suami yang sangat kami cintai dan kami nantikan. Ini hadiah ulang tahun terindah dari-Mu, ya Allah… Terima kasih ya Allah atas segala rahmat dan karuniamu kepada keluarga kecil kami. Kami bahagia luar biasa. Mungkin ada pasangan yang dilimpahkan harta berlimpah. Rumah gedong. Mobil necis dan keren. hehe.. Kami mungkin tidak punya semua itu sekarang. Tapi kami mempunyai apa yang tak ternilai dengan uang. Apa yang tidak bisa dibeli dengan berlian sebesar monas sekalipun! yaitu anak.. Secepat ini Engkau limpahkan rezeki anak kepada kami. Subhanallah bahkan beribu terima kasihpun tak akan cukup mengungkapkan betapa bersyukurnya kami atas limpahan rahmat-Mu ya ALLAH..

Menyambut kelahiran anakku pun juga akan disertai dengan kenyataan yang agak dramatis. Lebih tepatnya ironis sih.. (hehe) Karena 2 minggu setelah lahir, bapaknya harus berangkat jihad (alias nyari nafkah) di negeri orang. (check posting sebelumnya). Mungkin bulan November nanti adalah bulan yang paling full of drama. Just like korean movie. hahaa… Tapi tetep bersyukur ko! Bukan berarti aku tidak bersyukur. Tapi istri mana yang tidak sedih, baru lahiran, anak pertama pula, lalu harus ditinggal suami dalam itungan waktu tahun. Bukan skedar berapa bulan atau bahkan hari. IRONIS.. ckckck

Aku masih suka nangis ke suamiku kalo lagi melow dan kebayang gimana nanti ditinggal suami. Padahal aku tahu suamiku pun menahan sedih dan pahit karena gak bisa ngeliat anaknya tumbuh di masa-masa dia membutuhkan ayahnya. AKu tahu itu.. Tapi suamiku selalu bisa menguatkan aku. Papah bilang, “Kamu inget aja Allah. Allah tidak pernah memberikan cobaan yang umat-Nya tidak sanggup menghadapinya. Ini sudah jalanmu. Jalan kita berdua. Ingat bagaimana perjuangan kita selama ini meminta kepada Allah agar aku bisa diterima di pekerjaan ini. Sekarang Allah dah kasih. Hadapilah dengan syukur…”

Hmmm bener juga yah.. Kadang MANUSIA, mau enaknya aja. Udah minta-minta ngemis di jalan, begitu dikasih uang tapi cuma 500 perak, eh marah-marah. Di bilangnya dikit banget lah, pelit lah, ini lah itu lah. Sama aja dengan kita, yang udah minta-minta sm Allah, begitu diwujudin, tapi ada cobaannya, eh ngeluh, nangis, bete, kecewa. Padahal itu yang kita minta.😦

Hidup di dunia emang gak ada tuh yang enaaak terus. Se kaya-kayanya kita, se glamour-glamournya kita, ya teteppp.. itu harta adalah cobaan hidup kita. Gak ada yang sempurna. Yang membuat orang lain hidupnya terlihat sempurna adalah bagaimana orang tersebut bersyukur. Life is just about to be GRATEFUL. Kita tidak akan pernah merasa “cukup” tanpa rasa syukur. Manusia selalu saja tidak pernah ada puasnya. So, i have to learn more how to manage my grateful to ALLAH..

Aku ingin tidak menangis dihadapan suamiku nanti. Tapi rasanya gak mungkin.😦 Tapi bukan berarti dengan menangis aku tidak bersyukur atas keberangkatannya. Aku yakin paling itu hanya 1 bulan awal. Seterusnya aku pasti tidak akan menangis lagi. Aku pasti akan merindukan papah.. Aku tidak boleh menangis terus. Demi anakku. Anak papah.. Sampai nanti papah bisa boyong aku dan anak kita nyusul papah, aku pasti kuat… harus kuat!

SEMANGKA!
So that’s why  I said, I (still) Love My November.

Walau berat, aku tetep akan selalu menunggu bulan November. Karena bulan itu selalu penuh kenangan yang berkesan di hatiku. Di hidupku..

Alhamdulillah.. All praises to Allah…

9 Months. See you soon my child…

2 thoughts on “I (Still) Love My November

  1. ~Amela~ mengatakan:

    Mbak. Moga dimudahkan lahirannya ya,
    Jauh-jauhan dari suami itu emang sedih banget, penuh tantangan, tapi banyak yang bisa diambil hikmahnya. Semoga segera dipersatukan lagi sama suami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: