Keajaiban Air Susu Ibu

Mungkin semua orang pada bingung kenapa gue sering ngetwit tentang ASI (Air Susu Ibu). Nge-follow account AIMI atau Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia  (@aimi_asi) dan Breastfeeding Supported Father account (@ID_AyahASI) . Dan sering berbicara tentang pentingnya ASI bagi anak-anak.

PADAHAL……………

Gue belon punya anak! 😀

hehehe ya ya ya.. Terserah aja kalopun ada yang bilang gue sok tahu atau gue kebelet KAWIN pengen punya anak. Hahaha yang penting ini semua gue anggep ilmu yang berguna buat gue, suami dan anak-anak gue nanti..

Ameera Andiska Putri.

Tau kan nama itu? Dia gue abadikan di postingan gue sebelumnya (Check di sini) Dia itu ponakan pertama gue. Dan dia ANAK ASI.

Maksud dari anak ASI adalah, sejak lahir hingga sekarang susu yang dikonsumsi Ameera adalah ASI. dari umur 1 hari sampai 6 bulan, Ameera sukses ASIX. ASIX adalah ASI Exclusive. Artinya sampai 6 bulan Ameera hanya minum ASI, tanpa makanan atau susu tambahan apapun. Dan ini adalah sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai Hak Anak, yaitu pemberian ASI exclusive sampai umur 6 bulan.Sampai sekarang Ameera udah mau umur 8 bulan. Dan udah MPASI, yaitu mengkonsumsi Makanan Pendamping ASI, seperti bubur buah, bubur beras, dan makanan lain yang alami, bukan makanan kaleng dan bukan makanan bubur yang dijual-jual di supermarket. Bundanya rajin bikinin Ameera bubur yang dibuat kadang dari pisang, pepaya, beras merah, kentang, wortel dan lain-lain.

Melihat Ameera tumbuh sehat dan ber-body sekel begitu, pastinya gue pun ter-edukasi dengan melihat keseharian Ameera dan bundanya. Bunda Amee juga sambil ngajarin kenapa ASI itu lebih baik dari susu lainnya, juga kenapa jaman sekarang ini begitu berat memberi ASI eksklusif, karena iklan-iklan susu yang banyak di televisi terlanjur merubah paradigma banyak orang dan menggeser keprioritasan ASI ke level terbawah.

Sedih bukan?😦

Gue sendiri melihat dengan mata kepala gue betapa hebat kekuatan ASI setiap Ameera sakit. Tanpa obat, antibiotik, atau Sanmol, Ameera mampu sembuh hanya cukup dengan diberi ASI. Kecuali untuk sakit parah yang tidak tertolong, mungkin akan perlu pihak dokter ya. Tapi kalo sakit anak biasa kya demam, pilek, batuk, itu cukup diberi ASI aja bisa sembuh! Kalo gue simplenya mikir gini,

“Ya iya lah ASI lebih baik kemana-mana, wong ASI itu ciptaan Tuhan. Keluarnya aja dari tubuh manusia yang gak lain gak bukan adalah ciptaan-Nya. Pasti jauh lebih baik dari susu yang diproduksi oleh pabrik-pabrik buatan manusia.”

Simpelnya sih gitu aja…

Dan buat gue informasi tentang ASI ini penting banget buat seluruh perempuan di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Sadarlah bahwa kita ini sudah diciptakan sempurna secara fisik. Kita punya ASI yang merupakan hak anak kita untuk dikonsumsi. ASI yang sudah sangat sempurna untuk bayi manusia, tidak tertandingi oleh produk susu manapun di dunia. Support-lah iklan ASI untuk dapat diputar di TV setiap hari seperti iklan susu lainnya. (iklan ASI bisa dilihat di sini Alhamdulillah baru-baru ini sudah mulai tayang di MetroTV)

Buat gue yang belum menikah, amat sangat penting informasi seperti ini untuk gue ketahui karena taruhannya adalah masa depan anak kita nanti. Salah-salah menyerap informasi, maka kita akan terus menghancurkan generasi kita selanjutnya. Edukasi seperti ini bukan hanya untuk seorang ibu, calon ibu, atau yang mau menikah, tapi edukasi ini penting juga untuk para laki-laki, baik yang mau menikah ataupun tidak, buat orang tua yang sekarang dah pada jadi nenek kakek, mertua, baby sitter, tante, om, adik, kakak, semuanya harus ikut di-edukasi mengenai hal ini. Karena ini menyangkut paradigma hidup yang harus ditanamkan dengan benar. Pengaruh iklan pada media-media massa belakangan ini sangat mudah mempengaruhi alam bawah sadar kita. Dan kita terpengaruh untuk membeli produk-produk mereka karena iklan-iklan tersebut dikemas dengan terlihat menggiurkan. Padahal seharusnya kita harus bisa lebih cermat lagi dalam memilih produk apa yang baik terutama untuk anak kita sendiri.

LEBAY YAH?

Tunggu duluuuu… sebelum nge- judge, baca dulu artikel dibawah ini.

Ada sebuah cerita nyata yang terjadi di Islamabad. Berita aslinya bisa dilihat di sini. Namun gue akan memaparkannya juga di postingan gue kali ini. Ini ceritanya:

Kisah Legendaris Bayi yang Diberi ASI dan Tidak

Jakarta, Tidak paham soal ASI dan kesetaraan gender membuat pasangan bayi kembar beda jenis kelamin harus mengalami kisah tragis. Ibunya merasa tidak mampu menyusui keduanya dan akhirnya bayi perempuan mati karena hanya diberi susu formula.

Kisah ini terungkap dalam sebuah foto lama yang pernah dipublikasikan oleh UNICEF, badan PBB yang mengurusi nutrisi pada anak. Meski sudah lama dipublikasikan, foto yang diambil tahun 1991 ini sangat melegenda dan selalu dipakai dalam berbagai kampanye pemberian ASI.

Selengkapnya, foto tersebut menggambarkan seorang ibu di Islamabad yang sedang menyusui sepasang anak kembar. Bedanya, bayi laki-laki disusui langsung dari puting si ibu sedangkan bayi perempuan yang kondisinya kurang gizi hanya diberi susu formula dari botol. Sehari setelah diambil fotonya oleh UNICEF, bayi perempuan itu meninggal.

Konon bayi perempuan itu tidak mendapatkan ASI karena beberapa faktor, salah satunya karena salah informasi. Sang ibu diberi tahu oleh kakak iparnya bahwa payudaranya tidak memproduksi ASI yang cukup untuk kedua bayinya, sehingga hanya salah satu yang bisa disusui.

Ketika itu si ibu yang memang tidak diungkap namanya itu tidak tahu, bahwa produksi ASI juga berhubungan dengan aktivitas menyusui. Semakin banyak dihisap, payudara akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI sehingga sebenarnya sangat jarang ada kasus produksi ASI tidak mencukupi.

Ketidaktahuan berikutnya adalah bahwa sang ibu tidak harus menggantinya dengan susu formula. Jika memang ternyata produksi ASI tidak cukup karena gangguan tertentu, ia bisa menggunakan jasa orang lain untuk menyusui atau dalam Bahasa Inggris disebut seorang wet nurse.

Pemberian susu formula untuk seorang bayi sangat tidak dianjurkan, khususnya di lingkungan yang tidak bersih seperti tempat tinggal si ibu tersebut di Islamabad. Air yang tidak bersih bisa membunuh bayi ketika dipakai untuk melarutkan susu formula.

Faktor lain yang membuat bayi perempuan tersebut meninggal karena tidak mendapat ASI adalah ketidaksetaraan gender. Di banyak tempat di dunia, anak perempuan dianggap lebih rendah derajatnya dibanding anak laki-laki sehingga lebih sering dikorbankan.

Dalam hal ini, si ibu memilih menyusui bayi laki-laki dan hanya memberikan susu formula kepada bayi perempuan karena ingin memberikan yang terbaik bagi bayi laki-lakinya. Bukan cuma saat bayi, hingga dewasa kaum perempuan sering terpinggirkan oleh sistem patriarki yang menganggap laki-laki lebih tinggi derajatnya.

Foto ini memang foto lama, namun kisahnya akan tetap menjadi legenda yang selalu mengingatkan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi. Kalaupun terpaksa memberikan susu formula karena kondisinya secara medis tidak memungkinkan, pastikan air yang digunakan matang dengan sempurna sehingga bebas dari kuman.

“Gunakan foto saya ini jika memang bisa membantu. Saya tidak ingin orang lain melakukan kesalahan yang sama,” pesan ibu si kembar seperti dikutip dari Unscn.org, Selasa (13/12/2011).
(up/ir)

Hmmmmmmmmmmmmmmmm….

Sedih gak sih?😦

Apa masih kurang bukti?

Untuk informasi lengkap mengenai ASI mungkin bisa tanya-tanya sama pihak yang lebih berkompeten. Silahkan tanya-tanya sama konselor ASI. Bisa dicari infonya  di website AIMI http://www.aimi-asi.org atau Website AyahASI http://www.ayahasi.org. Atau foolow account twitter mereka. Mereka gak sungkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar ASI.🙂

Jangan lupa guys, bahwa anak-anak kita adalah penerus bangsa. Apakah nanti Indonesia bisa menjadi lebih baik? itu semua tergantung pada kita sekarang. Dimulai dengan bagaimana kita membesarkan anak kita. Menurut sumber yang pernah saya baca, IQ anak ASI lebih tinggi loh dari anak Susu formula. So, mari cerdaskan generasi penerus kita dimulai dengan memberikan ASI dimulai sejak mereka lahir ke dunia.🙂 InsyaALLAH…

Semoga bermanfaat.

Wasalamualaikuummmm…

Dengan kaitkata ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: