Adibah

Adibah.

Paras cantiknya secantik hatinya. Raut wajahnya yang banyak meggoda lelaki disekitarku tidak pernah menggoyahkan cinta 7 tahunnya bersama Franky,kekasihnya. Ketika perempuan-perempuan cantik lainnya sibuk mencari-cari kesalahanku, hanya dia yang merangkulku. Ketika aku tenggelam dalam airmata, hanya dia yang berada disampingku. 

Setengah tahun bersamanya..

 Dalam waktu sesingkat itu ternyata aku  menorehkan jejak yang cukup tajam. Tanpa pernah ada pertengkaran, aku telah membuat suatu cerita yang indah dalam hidupnya. Satu sisi waktu yang akan menjadi berharga. Tanpa sengaja kami saling menciptakan sosok sahabat untuk satu sama lain. Dan rasanya ingin menangis membayangkan bila saat itu tiba. 6 bulan yang membuat aku merasa hidupku di dunia ini  berarti bagi orang lain.

Sepanjang hidupku, mungkin aku sempat merasa dicampakkan oleh manusia lain. Tapi salah satu manusia yang sangat kupercaya tidak akan melakukan hal itu adalah Adibah. Saat aku lebih memilih masa depan ketimbang terus bersamanya, dia menangis. Menangis seperti anak yang kehilangan ibunya. tersentak aku kaget melihatnya. Namun aku bahagia karena ternyata Adibah lebih dewasa dari yang aku duga. Dia mengikhlaskan aku walaupun itu menyakitkan untuknya. Dia merelakan semua kebersamaan denganku hilang dan membiarkan aku pergi mengejar impianku. Bangganya aku…🙂

Sahabat memang bukan yang akan selalu ada disisimu. Sahabat adalah mereka yang menyediakan telinganya ketika kita butuh teman bicara. Sahabat adalah mereka yang ada pada saat orang-orang pergi meninggalkan kita disaat kita terpuruk. Sahabat adalah mereka yang mau bersusah payah ikut merasakan kepedihan kita disaat kita menangis. Sahabat adalah yang selalu mendukung kita dan tau apa yang terbaik untuk masa depan kita.

Dan kamu memiliki itu Adibah.🙂

Setengah tahun bersamanya, tidak pernah sekalipun aku melihatnya menangis karena cinta atau beratnya hidup. hanya satu kali dan aku harap ini yang terakhir aku melihatnya menangis. dan dia pun menangis karena aku..😦 Baru satu kali itu aku melihatnya menangis sampai-sampai dia sakit. dan itu karena aku.. Dan yang bisa aku lakukan hanya meminta maaf dan ikut menangis bersamanya. Bodohnya aku…😦

Adibah.

Partner kerja yang tidak pernah menikamku. Kawan bermain yang tidak pernah mempunyai niat busuk sedikitpun untuk menyakitiku. I’m Proud of you.

Sampai bertemu nanti, Adibah. Saat aku sudah menggapai semua impian-impianku. Saat aku sudah bisa membuatmu bangga memiliki sahabat sepertiku.Aku akan kembali membawa semua yang bisa membayar airmatamu kemarin itu.. Terima kasih sudah memaafkanku. Terima kasih telah menjadi bagian dari sedikit manusia berhati baik di dunia ini. Terima kasih telah mempercayaiku. Terima kasih. .

Dedicated to:

Adibah

Me with Adibah :)

4 thoughts on “Adibah

  1. Asop mengatakan:

    *ikut senang*😀

  2. Goresan Hitam mengatakan:

    lagi blog walking ketemu artikel ini jadi mengingatkan saya sama sahabat kecil saya.. yang namanya sama dengan Adibah.. salam knl aja ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: