Perbedaan itu Indah, Bung

‘Perbedaan itu Indah’

Sebut almarhum abangku. Kata itu selalu terngiang dikepalaku. Sederhana namun dalam maknanya. ya, aku selalu ingat itu setiap bersinggungan dengan perbedaan. Hidup di negeri yang sarat dengan beda, memang harus kuat-kuat berbesar hati. Tapi realitanya, bangsa ini masih pelit hati. jarang yang mau berbesar hati. seharusnya kita bisa memaklumi kondisi seperti ini, karena sudah menjadi resiko kita mencintai negeri yang kaya budaya ini. Aku menangis melihat kondisi carut marut yang tidak kunjung selesai juga.Semua berteriak ‘kami yang benar, mereka yang salah’. lalu Tuhan kalian anggap apa? Sang maha pencipta Alam Semesta Jagad Raya ini, yang membuatmu seindah tubuhmu sekarang. Yang memberimu nyawa. Hanya dia yang Maha Benar. Kalian diberi otak agar mampu berfikir lebih pintar dari binatang. Bukan berkelakar seperti binatang, yang memperebutkan wilayah dengan pamer cakar dan otot. How stupid we are, as a human.. Aku memang bukan komentator politisi hebat. bukan juga pembicara yang handal. Juga bukan bagian dari pemerintah yang punya keahlian dalam berkomentar, but no action. Aku hanya bagian dari masyarakat kecil yang keberadaannya bahkan tidak diketahui oleh mereka-mereka yang sibuk adu jotos dan cibiran. Setidaknya aku sama seperti mereka, diberikan otak untuk berfikir oleh Tuhan, sehingga muncul pendapat-pendapat sederhana dalam fikiranku. dasar hati ini menjerit dan (sebenarnya) ingin memberontak dan mengacungkan telunjuk ke wajah mereka satu persatu seraya meneriakkan semua kekecewaan dan kepedihan yang mereka timbulkan pada diri ini dan jutaan masyarakat “tidak terlalu penting” lainnya yang mengamati kekacauan ini dari jauh. Hei Saudara sesama manusiaku, redam amarahmu. Dan mulai belajarlah membesarkan hatimu. berhenti saling menghujat. bagaimana perasaanmu ketika yg terhujat itu adalah sanak saudaramu? lalu kalian lakukan hal yang sama untuk membalas kesakithatian kalian. hanya membuat kalian terlihat “sama pantasnya” untuk dihujat. Apa kalian lupa bahwa pencipta mereka adalah yang menciptakanmu juga? Betapa bodohnya kalian terkungkung dalam kenistaan diri sendiri. Membiarkan amarah dan buruk hati menguasai diri kalian. dimana akal sehat kalian, saat kalian memukuli satu sama lain? dimana hati kalian, saat kalian saling membunuh sesama saudara manusia mu? betapa kamu tidak ada bedanya dari mereka-mereka yang pantas dihujat. kalian teriakan “Allahuakbar” sembari menghunus pedang ke jantung yang lainnya. Itu Bukan Jihad.

Aku memang bukan Ulama, Habib, Syeikh ataupun Ustad/Ustadzah. Aku berbicara atas nama Manusia yang beradab. Manusia yang mencintai perdamaian, seperti apa yang Tuhan dan Agamaku ajarkan padaku. Berhentikah berkelakar seperti kalian tidak punya adab. jangan mengatasnamakan kalian berjihad di jalan-Nya jika kebrutalan yang kalian suguhkan. Sungguh Tuhanku tidak pernah memerintahkan kalian membabi buta seperti yang telah kalian lakukan. Aku yakin Tuhan pedih melihat semua ini.

Perbedaan itu indah, jika kita melihatnya dengan tenggang rasa dan toleransi sama lain. Perbedaan, juga adalah pemberian-Nya.

*STOPVIOLENCE*

One thought on “Perbedaan itu Indah, Bung

  1. bemby mengatakan:

    I like this kak, semoga semua orang pada sadarr🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: